<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ummu Syauqi Hafidzul Furqon Murtadlo</title>
	<atom:link href="http://ummusyauqy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummusyauqy.wordpress.com</link>
	<description>Menuju  izzul Islam wal Muslimin</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Nov 2007 04:20:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ummusyauqy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/15817ad900709b5b5031ec35bb5673f5?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ummu Syauqi Hafidzul Furqon Murtadlo</title>
		<link>http://ummusyauqy.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>MEMBENTUK KELUARGA ISLAMI</title>
		<link>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/membentuk-keluarga-islami/</link>
		<comments>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/membentuk-keluarga-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 04:20:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/membentuk-keluarga-islami/</guid>
		<description><![CDATA[Mayoritas manusia tentu mendambakan kebahagiaan, menanti ketentraman dan ketanangan jiwa. Tentu pula semua menghindari dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih dalam lingkngan keluarga. Ingatlah semua ini tak akan terwujud kecuali dengan iman kepada Alloh, tawakal dan mengembalikan semua masalah kepadaNya, disamping melakukan berbagai usaha yang sesuai dengan syari&#8217;at.

Pentingnya Keharmonisan Keluarga Yang paling berpengaruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=71&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Mayoritas manusia tentu mendambakan kebahagiaan, menanti ketentraman dan ketanangan jiwa. Tentu pula semua menghindari dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih dalam lingkngan keluarga. Ingatlah semua ini tak akan terwujud kecuali dengan iman kepada Alloh, tawakal dan mengembalikan semua masalah kepadaNya, disamping melakukan berbagai usaha yang sesuai dengan syari&#8217;at.</p>
<p><span id="more-71"></span></p>
<p align="justify">Pentingnya Keharmonisan Keluarga Yang paling berpengaruh buat pribadi dan masyarakat adalah pembentukan keluarga dan komitmennya pada kebenaran. Alloh dengan hikmahNya telah mempersiapkan tempat yang mulia buat manusia untuk menetap dan tinggal dengan tentram di dalamnya. FirmanNya: <em>&#8220;dan diantara tanda-tanda kekuasanNya adalah Dia mencipatakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan diajadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.&#8221;</em> <strong>(Ar Rum: 21)</strong></p>
<p align="justify">Ya.supaya engkau cenderung dan merasa tentram kepadanya (Alloh tidak mengatakan: &#8217;supaya kamu tinggal bersamanya&#8217;). Ini menegaskan makna tenang dalam perangai dan jiwa serta menekankan wujudnya kedamaian dalam berbagai bentuknya.</p>
<p align="justify">Maka suami istri akan mendapatkan ketenangan pada pasangannya di kala datang kegelisahan dan mendapati kelapangan di saat dihampiri kesempitan. Sesungguhnya pilar hubungan suami istri adalah kekerabatan dan pershabatan yang terpancang di atas cinta dan kasih sayang. Hubungan yang mendalam dan lekat ini mirip dengan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri. Al Qur&#8217;an menjelaskan: <em>&#8220;Mereka itu pakaian bagimu dan kamu pun pakaian baginya.&#8221;</em><strong> (Al Baqarah: 187)</strong></p>
<p align="justify">Terlebih lagi ketika mengingat apa yang dipersiapkan bagi hubungan ini misalnya; penddidikan anak dan jaminan kehidupan, yang tentu saja tak akan terbentuk kecuali dalam atmosfir keibuan yang lembut dan kebapakan yang semangat dan serius. Adakah di sana komunitas yang lebih bersih dari suasana hubungan yang mulia ini?</p>
<p align="justify"><strong>Pilar Peyangga Keluarga Islami</strong></p>
<p align="justify"><em><strong>1. Iman dan Taqwa</strong></em><br />
Faktor pertama dan terpenting adalah iman kepada Alloh dan hari akhir, takut kepada Dzat Yang memperhatikan segala yang tersembunyi serta senantiasa bertaqwa dan bermuraqabbah (merasa diawasi oleh Alloh) lalu menjauh dari kedhaliman dan kekeliruan di dalam mencari kebenaran.</p>
<p align="justify"><em>&#8220;Demikian diberi pengajaran dengan itu, orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat. Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia kan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia kan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan keperluannya.&#8221;</em> (Ath Thalaq: 2-3)</p>
<p align="justify">Di antara yang menguatkan tali iman yaitu bersungguh-sungguh dan serius dalam ibadah serta saling ingat-mengingatkan. Perhatikan sabda Rasululloh: <em>&#8220;Semoga Alloh merahmati suami yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula istrinya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya. Dan semoga Alloh merahmati istri yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula suaminya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya.&#8221;</em> <strong>(HR. Ahmad, Abu Dawud, An Nasa&#8217;i, Ibnu Majah).</strong></p>
<p align="justify">Hubungan suami istri bukanlah hubungan duniawi atau nafsu hewani namun berupa interaksi jiwa yang luhur. Jadi ketika hubungan itu shahih maka dapat berlanjut ke kehidupan akhirat kelak. FirmanNya: <em>&#8220;Yaitu surga &#8216;Adn yang mereka itu masuk di dalamnya bersama-sama orang yang shaleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya.&#8221;</em> <strong>(Ar Ra&#8217;du: 23)</strong></p>
<p align="justify"><em><strong>2. Hubungan Yang Baik</strong> </em><br />
Termasuk yang mengokohkan hal ini adalah pergaulan yang baik. Ini tidak akan tercipt akecuali jika keduanya saling mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing.</p>
<p align="justify">Mencari kesempurnaan dalam keluarga dan naggotanya adalah hal mustahil dan merasa frustasi daklam usha melakukan penyempurnan setiap sifat mereka atau yang lainnya termasuk sia-sia juga.</p>
<p align="justify"><strong><em>3. Tugas Suami</em></strong><br />
Seorang suami dituntut untuk lebih bisa bersabar ketimbang istrinya, dimana istri itu lemah secara fisik atau pribadinya. Jika ia dituntut untuk melakukan segala sesuatu maka ia akan buntu.</p>
<p align="justify">Teralalu berlebih dalam meluruskannya berarti membengkokkannya dan membengkokkannya berarti menceraikannya. Rasululloh bersabda: <em>&#8220;Nasehatilah wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk dan bagian yang bengkok dari rusuk adalah bagian atasnya. Seandainya kamu luruskan maka berarti akan mematahkannya. Dan seandainya kamu biarkan maka akan terus saja bengkok, untuk itu nasehatilah dengan baik.&#8221;</em> <strong>(HR. Bukhari, Muslim)</strong></p>
<p align="justify">Jadi kelemahan wanita sudah ada sejak diciptakan, jadi bersabarlah untuk menghadapinya. Seorang suami seyogyanya tidak terus-menerus mengingat apa yang menjadi bahan kesempitan keluarganya, alihkan pada beberapa sisi kekurangan mereka. Dan perhatikan sisi kebaikan niscaya akan banyak sekali.</p>
<p align="justify">Dalam hal ini maka berperilakulah lemah lembut. Sebab jika ia sudah melihat sebagian yang dibencinya maka tidak tahu lagi dimana sumber-sumber kebahagiaan itu berada. Alloh berfirman; <em>&#8220;Dan bergaullah bersama mereka dengan patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Aloh menjadikannya kebaikan yang banyak.&#8221;</em> <strong>(An Nisa&#8217;: 19)</strong></p>
<p align="justify">Apabila tidak begitu lalu bagaimana mungkin akan tercipta ketentraman, kedamaian dan cinta kasih itu: jika pemimpin keluarga itu sendiri berperangai keras, jelek pergaulannya, sempit wawasannya, dungu, terburu-buru, tidak pemaaf, pemarah, jika masuk terlalu banyak mengungkit-ungkit kebaikan dan jika keluar selalu berburuk sangka.</p>
<p align="justify">Padahal sudah dimaklumi bahwa interaksi yang baik dan sumber kebahagiaan itu tidaklah tercipta kecuali dengan kelembutan dan menjauhakan diri dari prasangka yang tak beralasan. Dan kecemburuan terkadang berubah menjadi prasangka buruk yang menggiringnya untuk senantiasa menyalah tafsirkan omongan dan meragukan segala tingkah laku. Ini tentu akan membikin hidup terasa sempit dan gelisah dengan tanpa alasan yang jelas dan benar.</p>
<p align="justify"><strong><em>4. Tugas Istri<br />
</em></strong>Kebahagiaan, cinta dan kasih sayang tidaklah sempurna kecuali ketika istri mengetahui kewajiban dan tiada melalaikannya. Berbakti kepada suami sebagai pemimpin, pelindung, penjaga dan pemberi nafkah. Taat kepadanya, menjaga dirinya sebagi istri dan harta suami. Demikian pula menguasai tugas istri dan mengerjakannya serta memperhatikan diri dan rumahnya.</p>
<p align="justify">Inilah istri shalihah sekaligus ibu yang penuh kasih sayang, pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Juga mengakui kecakapan suami dan tiada mengingkari kebaikannya. Untuk itu seyogyanya memaafkan kekeliruan dan mangabaikan kekhilafan. Jangan berperilaku jelek ketika suami hadir dan jangan mengkhianati ketika ia pergi.</p>
<p align="justify">Dengan ini sudah barang tentu akan tercapai saling meridhai, akan langgeng hubungan, mesra, cinta dan kasih sayang. Dalam hadits:<em> &#8220;Perempuan mana yang meninggal dan suaminya ridha kepadanya maka ia masuk surga.&#8221;</em> <strong>(HR. Tirmidzi, Hakim, Ibnu Majah)</strong></p>
<p align="justify">Maka bertaqwalah wahai kaum muslimin! Ketahuilah bahwa dengan dicapainya keharmonisan akan tersebarlah semerbak kebahagiaan dan tercipta suasana yang kondusif bagi tarbiyah.</p>
<p align="justify">Selain itu tumbuh pula kehidupan di rumah yang mulia dengan dipenuhi cinta kasih dan saling pengertian anatar sifat keibuan yang penuh kasih sayang dan kebapakan yang tegas, jauh dari cekcok, perselisihan dan saling mendhalimi satu sama lain. Juga tak ada permusuhan dan saling menyakiti.</p>
<p align="justify"><strong>Penutup<br />
</strong>Lurusnya keluarga menjadi media untuk menciptakan keamanan masyarakat. Bagaimana bisa aman bila ikatan keluarga telah amburadul. Padahal Alloh memberi kenikmatan ini yaitu kenikmatan kerukunan keluarga, kemesraan dan keharmonisannya.</p>
<p align="justify">Hubungan suami istri yang sangat solid dan fungsinya sebagai orang tua di tambah anak-anaknya yang tumbuh dalam asuhan mereka, merupakan gambaran umat terkini dan masadepan. Karena itu ketika setan berhasil menceraikan hubungan keluarga dia tidak sekadar menggoncangkan sebuah keluarga namun juga menjerumuskan masyarakat seluruhnya ke dalam kebobrokan yang merajalela. Realita sekarang menjadi bukti.</p>
<p align="justify">Semoga Alloh merahmati pria yang perilakunya terpuji, baik hatinya, pandai bergaul (terhadap keluarga), lemah lembut, pengasih, penyayang, tekun, tidak berlebihan dan tiada lalai dengan kewajibannya. Semoga Alloh merahmati pula wanita yang tidak mencari-cari kekeliruan, tidak cerewet, shalihah, taat dan memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada karena Alloh telah memeliharanya.</p>
<p align="justify"><em>Bertaqwalah wahai kaum muslimin, wahai suami istri. Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaaya akan dimudahkan urusannya.</em> <strong>(Syeikh Shalih bin Abdullah bin Al Humaid).</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyauqy.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyauqy.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyauqy.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyauqy.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyauqy.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyauqy.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyauqy.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyauqy.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyauqy.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyauqy.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyauqy.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyauqy.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=71&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/membentuk-keluarga-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4d43048926565e594ba7edbab1d43d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyauqy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan dalam Keluarga</title>
		<link>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/pendidikan-dalam-keluarga/</link>
		<comments>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/pendidikan-dalam-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 04:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/pendidikan-dalam-keluarga/</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan antar individu dalam lingkungan keluarga sangat mempengaruhi kejiwaan anak dan dampaknya akan terlihat sampai kelak ketika ia menginjak usia dewasa. Suasana yang penuh kasih sayang dan kondusif bagi pengembangan intelektual yang berhasil dibangun dalam sebuah keluarga akan membuat seorang anak mampu beradaptasi dengan dirinya sendiri, dengan keluarganya dan dengan masyarakat sekitarnya.Oleh karena itu, dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=70&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hubungan antar individu dalam lingkungan keluarga sangat mempengaruhi kejiwaan anak dan dampaknya akan terlihat sampai kelak ketika ia menginjak usia dewasa. Suasana yang penuh kasih sayang dan kondusif bagi pengembangan intelektual yang berhasil dibangun dalam sebuah keluarga akan membuat seorang anak mampu beradaptasi dengan dirinya sendiri, dengan keluarganya dan dengan masyarakat sekitarnya.Oleh karena itu, dalam proses pembentukan sebuah keluarga diperlukan adanya sebuah program pendidikan yang terpadu dan terarah. Program pendidikan dalam keluarga ini harus pula mampu memberikan deskripsi kerja yang jelas bagi tiap individu dalam keluarga sehingga masing-masing dapat melakukan peran yang berkesinambungan demi terciptanya sebuah lingkungan keluarga yang kondusif untuk mendidik anak secara maksimal.</p>
<p> Dalam bagian pertama buku ini akan kami paparkan beberapa faktor yang signifikan dalam garis-garis besar pendidikan keluarga menurut ajaran Islam, yaitu sebagai berikut.</p>
<p><a name="_toc317183015"></a></p>
<h3>1. Keterpaduan Program Pendidikan</h3>
<p>Keberadaan sebuah program yang jelas dalam menjalani kehidupan akan memberikan pengaruh yang positif terhadap perilaku seseorang. Jika kita benar-benar yakin pada nilai positif program tersebut dan menjalankannya dengan konsekuen, sebuah karakter positif dalam perilaku kita akan terbentuk. Adanya program hidup yang sama, akan menghasilkan perilaku yang sama pula. Oleh karena itu, program tunggal dapat dijadikan parameter untuk mengetahui sejauh mana tindakan dan perilaku kita sesuai dengan program itu.</p>
<p>Suami isteri harus bersepakat untuk menentukan satu program yang dengan jelas menerangkan hak-hak dan kewajiban masing-masing dalam keluarga. Islam dengan keterpaduan ajaran-ajarannya menawarkan sebuah konsep dalam membangun keluarga muslim.</p>
<p>Konsep ini adalah konsep <em>rabbani</em> yang diturunkan oleh Allah, Tuhan Yang Maha mengetahui. Dialah yang menciptakan manusia dan Dia pulalah yang paling mengetahui kompleksitas kehidupan manusia. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa konsep yang ditawarkan oleh Islam adalah satu-satunya konsep dan program hidup yang sesuai dengan fitrah manusia.</p>
<p>Konsep Islam adalah sebuah konsep yang secara jelas dan seimbang mendistribusikan tugas-tugas kemanusiaan. Islam tidak pernah memberikan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh seorang manusia dengan segala keterbatasannya. Konsep ini tidak akan pernah salah, tidak memiliki keterbatasan, dan tidak mungkin mengandung perintah dan tugas yang tidak dapat dilakukan. Penyebabnya tentu saja, karena konseptornya adalah Allah SWT.</p>
<p>Konsep keluarga Islami memberikan prinsip-prinsip dasar yang secara umum menjelaskan hubungan antaranggota keluarga dan tugas mereka masing-masing. Sementara itu, cara pengaplikasian prinsip-prinsip dasar ini bersifat kondisional. Artinya, amat bergantung pada kondisi dan situasi dalam sebuah keluarga dan dapat berubah sesuai dengan keadaan.</p>
<p>Oleh karena itu, kedua orang tua harus bersepakat dalam merumuskan detail pengaplikasian konsep dan program pendidikan yang ingin mereka terapkan sesuai dengan garis-garis besar konsep keluarga Islami. Kesepakatan antara kedua orang tua dalam perumusan ini akan menciptakan keselarasan dalam pola hubungan antara mereka berdua dan antara mereka dengan anak-anak.</p>
<p>Keselarasan ini menjadi amat penting karena akan menghindarkan ketidakjelasan arah yang mesti diikuti oleh anak dalam pendidikannya. Jika ketidakjelasan arah itu terjadi, anak akan berusaha untuk memuaskan hati ayah dengan sesuatu yang kadang bertentangan dengan kehendak ibu atau sebaliknya. Anak akan memiliki dua tindakan yang berbeda dalam satu waktu. Hal itu dapat membuahkan ketidakstabilan mental, perasaan, dan tingkah laku.</p>
<p>Riset para ahli membuktikan bahwa anak-anak yang dibesarkan di sebuah rumah tanpa pengawasan kedua orang tua sekaligus lebih banyak bermasalah dibandingkan dengan anak-anak yang mendapatkan pengawasan bersama dari kedua orang tuanya.<a name="_ftnref1" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn1">[1]</a></p>
<p><a name="_toc317183016"></a></p>
<h3>2. Hubungan Kasih Sayang</h3>
<p>Salah satu kewajiban orang tua adalah menanamkan kasih sayang, ketenteraman, dan ketenangan di dalam rumah. Allah SWT berfirman,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">و من آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها و جعل بينكم مودة ورحمة ..</p>
<p></font>Artinya: <em>Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Ia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari jenis kalian sendiri agar kalian merasa tentram dengan mereka. Dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang.</em><a name="_ftnref2" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Hubungan antara suami dan isteri atau kedua orang tua adalah hubungan kasih sayang. Hubungan ini dapat menciptakan ketenteraman hati, ketenangan pikiran, kebahagiaan jiwa, dan kesenangan jasmaniah. Hubungan kasih sayang ini dapat memperkuat rasa kebersamaan antaranggota keluarga, kekokohan pondasi keluarga, dan menjaga keutuhannya. Cinta dan kasih sayang dapat menciptakan rasa saling menghormati dan saling bekerja sama, bahu-membahu dalam menyelesaikan setiap problem yang datang menghadang perjalanan kehidupan mereka. Hal ini sangat berperan dalam menciptakan keseimbangan mental anak.</p>
<p>Dr Spock berpendapat sebagai berikut.</p>
<p>“Keseimbangan mental anak sangat dipengaruhi oleh keakraban hubungan kedua orang tuanya dan kebersamaan mereka dalam menyelesaikan setiap masalah kehidupan yang mereka hadapi”.<a name="_ftnref3" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Suami isteri harus berusaha memperkuat tali kasih di antara diri mereka berdua dalam semua periode kehidupan mereka, baik sebelum masa kelahiran anak mereka maupun setelahnya.</p>
<p>Memperkuat rasa cinta dan kasih sayang merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT. Karena itu, menjaga keutuhan kasih sayang termasuk dalam perintah Allah dan merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada-Nya. Imam Ali bin Al-Husain Zainal Abidin a.s. mengatakan,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">وأما حقّ رعيتك بملك النكاح , فأن تعلم أنّ الله جعلها سكنا ومستراحا وأنسا وواقية , وكذلك كلّ واحد منكما يجب أن يحمد الله على صاحبه , و يعلم أن ذلك نعمة منه عليه , ووجب أن يحسن صحبة نعمة الله ويكرمها ويرفق بها , وإن كان حقك عليها أغلظ وطاعتك بها ألزم فيما أحببت وكرهت ما لم تكن معصية , فإن لها حق الرحمة والمؤانسة وموضع السكون إليها قضاء اللذة التي لابدّ من قضائها وذلك عظيم</p>
<p></font>Artinya: <em>Hak wanita yang engkau nikahi adalah engkau harus tahu bahwa Allah telah menjadikannya sebagai sumber ketenangan dan ketentraman bagimu serta sebagai penjaga harta dan kehormatanmu. Kalian berdua haruslah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah atas anugerah yang Dia berikan berupa pasangan kalian. Engkau harus tahu bahwa itu semua adalah nikmat Allah atasmu. Karena itu, suami harus memperlakukan isterinya dengan baik, menghormatinya, dan berlemah-lembut terhadapnya, meskipun hak-haknya atas sang isteri lebih besar.Isteri harus menaati suaminya jika ia memerintahkan sesuatu, selama tidak berupa maksiat kepada Allah. </em></p>
<p><em>Isteri berhak untuk mendapatkan kasih sayang dan kelemah-lembutan karena dialah yang memberikan ketenangan hati bagi suami. Isterilah yang dapat memuaskan kebutuhan biologis suami yang memang harus disalurkan, dan hal itu adalah sesuatu yang agung.<a name="_ftnref4" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn4"><strong>[4]</strong></a></em></p>
<p>Ahlul Bait a.s. memberikan perhatian yang sangat besar terhadap keutuhan cinta kasih dalam sebuah keluarga. Anjuran-anjuran mereka berikut ini ditujukan kepada kedua pihak, suami dan isteri.</p>
<p>Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAWW bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">خيركم خيركم لنسائه وأنا خيركم لنسائي</p>
<p></font>Artinya: <em>Lelaki terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap isterinya. Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap isteri.</em><a name="_ftnref5" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Imam Ja’far bin Muhammad Shadiq a.s. dalam sebuah hadis mengatakan,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">رحم الله عبدا أحسن فيما بينه وبين زوجته</p>
<p></font>Artinya:S<em>emoga Allah merahmati orang yang bersikap baik terhadap isterinya.<a name="_ftnref6" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn6"><strong>[6]</strong></a></em></p>
<p>Rasulullah SAWW bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">فمن اتـخذ زوجة فـليكرمها</p>
<p></font>Artinya: <em>Jika seseorang menikahi seorang wanita,</em><em>ia harus berbuat baik kepadanya. <a name="_ftnref7" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn7"><strong>[7]</strong></a></em></p>
<p>Beliau juga bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">أوصاني جبرئيل عليه السلام بالمرأة حتى ظننت أنه لا ينبغي طلاقها إلا من فاحشة مبينة</p>
<p></font>Artinya: <em>Jibril sering berpesan kepadaku tentang wanita, sampai-sampai</em><em> aku merasa bahwa wanita tidak berhak untuk dicera</em><em>ikan ke</em><em>cuali jika telah melakukan zina dengan terang-terangan.<a name="_ftnref8" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn8"><strong>[8]</strong></a>   </em></p>
<p>Anjuran-anjuran dan arahan yang diberikan oleh Nabi SAWW dan Ahlul Bait a.s. mengenai sikap baik dan penghormatan terhadap istri ini merupakan acuan penting yang harus diterapkan dalam rangka menciptakan kelanggengan hubungan cinta dan kasih sayang antara keduanya di dalam keluarga.</p>
<p>Di lain pihak, Ahlul Bait a.s. juga berpesan kepada kaum wanita untuk melakukan segala hal yang dapat menumbuhkan dan menjaga cinta dan kasih sayang dalam rumah tangga. Rasulullah Muhammad SAWW dalam hal ini bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">إذا صلّت المرأة خمسها وصامت شهرها وأحصنت فرجها وأطاعت بعلها فلتدخل من أي أبواب الجنة شاءت</p>
<p></font>Artinya: <em>Jika seorang wanita telah melakukan kewajibannya shalat </em><em>lima</em><em> waktu, berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya, maka ia berhak untuk masuk ke dalam surga melalui pintu manapun yang ia sukai.<a name="_ftnref9" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn9"><strong>[9]</strong></a></em></p>
<p>Selain itu beliau juga bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">ما استفاد امرؤ فائدة بعد الإسلام أفضل من زوجة مسلمة تسرّه إذا نظر إليها وتطيعه إذا أمرها وتحفظه إذا غاب عنها في نفسها وماله</p>
<p></font>Artinya: <em>Setelah nikmat Islam, tak ada satupun nikmat yang melebihi isteri muslimah yang shalihah, yaitu isteri yang membuat suami senang saat memandangnya, patuh padanya saat ia menyuruhnya melakukan sesuatu, dan menjaga dirinya dan harta suaminya di saat sang suami tidak berada di rumah.<a name="_ftnref10" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn10"><strong>[10]</strong></a></em></p>
<p>Diriwayatkan bahwa seorang sahabat pernah mendatangi Rasulullah dan berkata, “Ya Rasulullah, aku memiliki seorang isteri yang selalu menyambutku ketika aku datang dan mengantarku saat aku keluar rumah. Jika ia melihatku termenung ia selalu menyapaku dan mengatakan, ‘Ada apa denganmu? Apa yang kau risaukan? Jika kau risau akan rezekimu, ketahuilah bahwa rezekimu ada di tangan Allah. Tapi jika kerisauanmu karena urusan akhirat, semoga Allah menambah rasa risaumu itu.’”</p>
<p>Setelah mendengar cerita sahabat beliau tersebut, Rasulullah SAWW bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">بشّرها بالجنّة وقل لها : إنك عاملة من عمّال الله ولك في كلّ يوم أجر سبعين شهيدا , &#8211; وفي رواية &#8211; إن لله عزّ وجل عماّلا وهذه من عمّاله , لها نصف أجر الشهيد</p>
<p></font>Artinya: <em>Berilah kabar gembira kepadanya tentang surga yang tengah menantinya! Dan katakan padanya, bahwa ia termasuk salah satu pekerja Allah. Allah SWT menuliskan baginya setiap hari pahala tujuh puluh orang yang gugur di jalan Allah. (dalam riwayat lain disebutkan), ‘Ketahuilah bahwa Allah memiliki banyak pekerja, dan ia termasuk salah satu dari mereka. Allah akan memberinya setengah dari pahala orang syahid.’ <a name="_ftnref11" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn11"><strong>[11]</strong></a></em></p>
<p><em> </em>Imam Muhammad Baqir a.s. berkata,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">جهاد المرأة حسن التبعّل</p>
<p></font>Artinya: <em>Jihad</em><em> bagi wanita adalah berbuat baik pada suaminya</em><em>.</em><a name="_ftnref12" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn12"><em><strong>[12]</strong></em></a></p>
<p>Salah satu hal yang membantu dalam menambah rasa cinta, kasih sayang, dan perhatian suami adalah kepasrahan isteri pada suami saat ia menginginkan dirinya. Imam Ja’far Shadiq a.s. mengatakan,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">خير نسائكم التي إذا خلت مع زوجها خلعت له درع الحياء وإذا لبست لبست معه درع الحياء</p>
<p></font>Artinya: <em>Wanita terbaik adalah yang saat berduaan dengan suaminya ia menanggalkan semua rasa malunya dan jika ia memakai kembali pakaiannya ia kenakan lagi rasa malunya.<a name="_ftnref13" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn13"><strong>[13]</strong></a></em></p>
<p>Isteri sudah semestinya bersikap terbuka dan tidak malu-malu terhadap suaminya dengan tetap menjaga rasa hormat padanya. Dengan kata lain, seorang istri perlu menjaga keseimbangan antara sikap hormat dan terbuka.</p>
<p>Imam Ali bin Al-Husain a.s. menyebutkan beberapa faktor penting yang dapat menambah rasa cinta, kasih sayang, dan keakraban dalam keluarga, yaitu sebagai berikut.</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">لا غنى بالزوج عن ثلاثة أشياء فيما بينه وبين زوجته وهي الموافقة ليجتلب بها موافقتها ومحبتها وهواها,وحسن خلقه معها , واستعماله استمالة قلبها بالهيئة الحسنة في عينها وتوسعته عليها . ولا غنى بالزوجة فيما بينها وبين زوجها الموافق لها عن ثلاث خصال , وهي : صيانة نفسها من كلّ دنس حتى يطمئن قلبه إلى الثقة بها في حال المحبوب والمكروه وحياطته ليكون ذلك عاطفا عليها عند زلة تكون منها , وإظهار العشق له بالخلابة والهيئة الحسنة لها في عينه</p>
<p></font>Artinya: <em>Seorang lelaki hendaknya memperhatikan tiga hal berikut ini dalam berhubungan dengan isterinya:</em></p>
<p><em>Pertama, memahami keadaan isteri, karena dengan itu ia dapat menarik perhatian isterinya untuk memahami keadaannya dan lebih mencintainya. </em></p>
<p><em>Kedua, bersikap baik terhadap isteri dan berusaha merebut hatinya dengan penampilan lahir yang menarik. </em></p>
<p><em>Ketiga, memaafkan kesalahan isteri. </em></p>
<p><em>Seorang wanita hendaknya memperhatian tiga hal berikut ini dalam pergaulannya dengan suami: </em></p>
<p><em>Pertama, menjaga diri dari segala kotoran dan noda, sehingga sang suami merasa tenang dengan keadaannya, baik di saat senang maupun di saat susah. </em></p>
<p><em>Kedua, mempercayai suami, karena hal itu dapat membuat sang suami mudah memaafkannya di kala ia melakukan kesalahan. </em></p>
<p><em>Ketiga, menampakkan rasa cinta kepadanya dengan berpenampilan menarik.<a name="_ftnref14" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn14"><strong>[14]</strong></a></em></p>
<p>Hubungan yang didasari oleh cinta dan kasih sayang sangat diperlukan dalam semua fase kehidupan, khususnya pada masa kehamilan. Sebab di masa-masa itu, isteri sangat memerlukan ketenangan dan keseimbangan mental. Hal itu sangat mempengaruhi keselamatan janin selama dalam kandungan dan keselamatan anak di masa menyusui.</p>
<p><a name="_toc317183017"></a></p>
<h3>3. Menjaga Hak dan Kewajiban</h3>
<p>Di dalam konsep keluarga Islami telah ditentukan hak-hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak suami dan isteri. Konsep ini jika benar-benar dijalankan akan menjamin ketenangan dan kebahagiaan dalam keluarga. Jika suami dan isteri konsisten dengan kewajiban dan hak-hak mereka, hal itu akan dapat mempererat tali cinta dan kasih antara mereka. Selain itu, hal ini dapat menjauhkan segala kemungkinan timbulnya perselisihan dan pertengkaran yang mengancam keutuhan rumah tangga yang dengan sendirinya berdampak negatif pada kejiwaan anak.        </p>
<p>Hak terpenting yang dimiliki oleh suami adalah kepemimpinan dalam keluarga. Allah SWT berfirman,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">الرجال قوّامون على النساء بما فضّل الله بعضهم على بعض وبما أنفقوا من أموالهم ..</p>
<p></font>Artinya: <em>Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.<a name="_ftnref15" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn15"><strong>[15]</strong></a></em></p>
<p>Isteri berkewajiban untuk menghormati hak suami ini dan menjadikan suami sebagai pemimpin karena kehidupan rumah tangga tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa ada yang mengaturnya dan karena kepe-mimpinan layak untuk dipegang oleh kaum lelaki, sesuai dengan perbedaan yang ada antara suami dan isteri dalam hal fisik dan perasaan. Di samping itu, isteri juga harus menunjukkan kepemimpinan suami dalam keluarga di hadapan anak-anaknya.  </p>
<p>Hak penting kedua bagi suami setelah kepemimpinan dalam keluarga dapat kita simpulkan dari riwayat berikut ini. Diceritakan bahwa seorang wanita datang dan bertanya kepada Rasulullah SAWW tentang hak suami atas isterinya. Dalam jawabannya, beliau bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">أن تطيعه ولا تعصـيه , ولا تصدّق من بيتها شيئا إلاّ بإذنه ولا تصوم تطوعا إلاّ بإذنه , ولا تمنعه نفسها وإن كانت على ظهر قتب ولا تخرج من بيتها إلاّ بإذنه ..</p>
<p></font>Artinya: <em>Isteri harus patuh dan tidak menentangnya. Ia tidak berhak untuk bersedekah apapun yang ada di di rumah suami tanpa izin sang suami. Selain itu, ia tidak diperbolehkan untuk berpuasa sunnah kecuali jika suami mengizinkannya. Selanjutnya, ia tidak boleh menghindar kala suaminya menginginkan dirinya walaupun ia sedang dalam kesulitan. Isteri tidak diperkenankan untuk keluar dari rumah kecuali dengan izin suami….<a name="_ftnref16" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn16"><strong>[16]</strong></a></em></p>
<p>Dalam hadis yang lain Rasulullah SAWW menye-butkan hak-hak suami sebagai berikut.</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">حقّ الرجل على المرأة انارة السراج واصلاح الطعام وان تستقبله عند باب بيتها فترحّب به وان تقدّم إليه الطشت والمنديل وان توضئه وان لا تمنعه نفسها إلاّ من علّة</p>
<p></font>Artinya: <em>Hak suami atas isteri adalah bahwa isteri hendaknya menyalakan lampu untuknya, memasakkan makanan, menyambutnya di pintu rumah kala ia datang, membawakan untuknya bejana air dan kain sapu tangan lalu mencuci tangan dan mukanya, dan tidak menghindar saat suami menginginkan dirinya kecuali jika ia sedang sakit.</em><a name="_ftnref17" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn17">[17]</a></p>
<p>Mengingat pentingnya perhatian terhadap hak-hak suami tersebut, Rasulullah SAWW mengatakan,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">لا تؤدّي المرأة حقّ الله عزّ وجل حتى تؤدّي حقّ زوجها</p>
<p></font>Artinya: <em>(Ketahuilah) bahwa wanita tidak pernah akan dikatakan telah menunaikan semua hak Allah atasnya kecuali jika ia telah menunaikan kewajibannya kepada suami.<a name="_ftnref18" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn18"><strong>[18]</strong></a></em></p>
<p>Di lain pihak, Islam juga telah menentukan hak-hak isteri yang harus diperhatikan oleh suami. Imam Ja’far Shadiq a.s., saat ditanya oleh Ishaq bin Ammar mengenai hak wanita atas suaminya, mengatakan,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">يشبع بطنها ويكسو جثتها وإن جهلت غفر لها</p>
<p></font>Artinya: (<em>Kewajiban suami atas isterinya adalah) memberinya makanan dan pakaian dan memaafkannya jika ia melakukan kesalahan.<a name="_ftnref19" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn19"><strong>[19]</strong></a></em></p>
<p>Khaulah binti Al-Aswad pernah mendatangi Rasulullah SAWW dan bertanya tentang hak wanita. Beliau dalam jawabannya mengatakan,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">حقّك عليه أن يطعمك ممّا يأكل ويكسوك ممّا يلبس ولا يلطم ولا يصيح في وجهك</p>
<p></font>Artinya: <em>Hak-hakmu atas suami adalah bahwa ia harus memberimu makan dengan makanan yang ia makan dan memberimu pakaian seperti ia juga berpakaian, tidak menampar wajahmu, dan tidak membentakmu. </em><a name="_ftnref20" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn20">[20]</a>         </p>
<p>Hak istri yang lain adalah bahwa suami harus memperlakukannya dengan lemah lembut dan bersikap baik terhadapnya.</p>
<p>Hak istri dan seluruh anggota keluarga selanjutnya adalah bahwa suami harus bekerja untuk dapat memenuhi semua kebutuhan materi mereka. Rasulullah SAWW dalam hal ini bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">الكادّ على عياله كالمجاهد في سبيل الله</p>
<p></font>Artinya: <em>Orang yang bekerja untuk menghidupi keluarganya sama dengan orang yang pergi berperang di jalan Allah.</em> <a name="_ftnref21" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn21">[21]</a></p>
<p>Beliau juga bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">ملعون ملعون من يضيع من يعول</p>
<p></font>Artinya: <em>Terkutuklah! Terkutuklah orang yang tidak memberi nafkah kepada mereka yang menjadi tanggung jawabnya.</em> <a name="_ftnref22" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn22">[22]</a></p>
<p>Dalam hadis yang lain beliau bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">حقّ المرأة على زوجها أن يسدّ جوعتها وأن يستر عورتها ولا يقبّح لها وجها فإذا فعل ذلك فقد أدّى والله حقّها</p>
<p></font>Artinya: <em>Hak isteri atas suami adalah bahwa suami harus memberinya makan, menutupi auratnya, dan tidak memakinya. Jika seorang lelaki telah melakukan kewajibannya ini berarti ia telah menunaikan hak Allah atasnya.</em> <a name="_ftnref23" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn23">[23]</a></p>
<p>Baik suami maupun isteri harus saling memperhatikan dan menghormati hak pasangannya demi terciptanya suasana cinta dan kasih sayang dan keharmonisan dalam keluarga. Adanya sikap saling menghormati di antara keduanya akan mendorong masing-masing pihak untuk menunaikan semua hal yang menjadi kewajibannya demi kebahagiaan keluarga.</p>
<p>Kebahagiaan yang berhasil diciptakan akan menciptakan keseimbangan mental isteri selama masa kehamilan, menyusui, serta pada tahun-tahun awal umur anak, yang pada gilirannya akan sangat mempengaruhi keseimbangan dan kestabilan mental anak. Anak yang tumbuh dengan mental yang baik dan stabil, pikiran dan perilakunya akan berkembang dengan baik dan stabil pula serta akan dengan mudah menuruti semua anjuran dan nasehat diberikan kepadanya.</p>
<p><a name="_toc317183018"></a></p>
<h3>4. Menghindari Perselisihan</h3>
<p>Pertengkaran dan perselisihan yang terjadi dalam keluarga akan menyebabkan suasana yang panas dan tegang yang dapat mengancam keutuhan dan kehar-monisan rumah tangga. Tidak jarang, pertengkaran itu berakhir dengan perceraian dan kehancuran keluarga. Fenomena ini merupakan salah satu hal yang paling dikhawatirkan oleh semua anggota keluarga, termasuk di dalamnya anak-anak.</p>
<p>Suasana yang menegangkan dalam rumah sangat berdampak negatif terhadap perkembangan dan pembentukan jati diri anak.</p>
<p>“Kelabilan sikap dan penyakit-penyakit kejiwaan yang diderita oleh anak-anak belia dan orang dewasa, disebabkan oleh perlakuan tidak benar yang diperlihatkan oleh orang tua mereka, seperti pertengkaran yang menyebabkan suasana dalam rumah panas dan menegangkan. Hal seperti itu membuat anak tidak merasa aman berada di dalam rumah”.<a name="_ftnref24" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn24">[24]</a></p>
<p>Profesor Richard Fougen berpendapat bahwa,</p>
<p>“Ibu yang tidak diperlakukan dengan layak sebagai seorang manusia, sebagai ibu bagi anak-anaknya, dan sebagai isteri bagi suaminya, tidak akan mampu memberikan rasa aman pada diri anak-anaknya”.<a name="_ftnref25" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn25">[25]</a></p>
<p>Perasaan aman dan tenang merupakan salah satu faktor terpenting dalam membangun kepribadian anak secara benar dan sempurna. Perasaan semacam ini tidak akan didapatkan dalam lingkungan yang selalu diliputi oleh ketegangan dan pertengkaran.</p>
<p>Dalam keadaan seperti itu, anak akan berada dalam kebingungan dan kebimbangan. Ia tidak tahu apa yang harus ia perbuat. Posisinya tidak memungkinkan baginya untuk menyelesaikan pertengkaran kedua orang tuanya, apalagi jika pertengkaran tersebut sampai menggunakan kekerasan. Di satu sisi, ia tidak mungkin akan berpihak pada salah satu dari orang tuanya.</p>
<p>Lebih dari itu, kebingungan anak akan memuncak kala masing-masing pihak yang berselisih berusaha untuk menarik dukungannya dengan menyebutkan bahwa pihaknyalah yang benar, sedangkan lawannyalah yang bersalah dan memulai menyulut api pertengkaran ini. Semua itu meninggalkan kesan negatif di hati, pikiran, dan perasaan si anak.</p>
<p>Dr Spock berpendapat sebagai berikut.</p>
<p>“Riset yang dilakukan oleh para ahli terhadap ribuan anak yang tumbuh besar di tengah-tengah keluarga yang selalu diliputi oleh ketegangan membuktikan bahwa mereka ketika menginjak usia dewasa akan merasa bahwa mereka tidak seperti orang-orang lain pada umumnya. Mereka kehilangan rasa percaya diri. Mereka pun takut untuk menjalin hubungan cinta yang sehat dengan orang lain, karena mereka selalu membayangkan bahwa membangun keluarga berarti menempatkan dirinya di suatu tempat yang dihuni oleh orang-orang yang selalu berselisih dan bertengkar satu dengan yang lainnya”.<a name="_ftnref26" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn26">[26]</a></p>
<p>Setiap keluarga memiliki masalah yang berpotensi memicu percekcokan di antara mereka. Cara melampiaskan kekesalan dan kemarahan masing-masing pun berbeda. Sebagian orang terbiasa untuk menggunakan kata-kata kotor, makian, dan hinaan. Sebagian yang lain terbiasa untuk melayangkan tangan ketika amarahnya memuncak.</p>
<p>Saat menyaksikan adegan demikian, anak-anak akan belajar untuk mempraktekkannya ketika terlibat pertengkaran dengan kawan-kawannya. Hal itu akan mempengaruhi tingkah laku mereka saat kanak-kanak maupun saat menginjak usia dewasa nanti. Karena itulah kita banyak menyaksikan ataupun mendengar adanya anak yang sampai memaki ibunya atau bahkan memukulnya. Dan terkadang pula, si anak akan menggunakan apa yang ia pelajari itu terhadap isterinya ketika kelak menginjak usia dewasa.</p>
<p>Untuk mencegah terjadinya pertengkaran dan percekcokan antara suami dan isteri, atau paling tidak, mengurangi dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap psikis dan mental, atau jika mungkin, menghilangkannya sama sekali, Islam telah mengenalkan sebuah konsep sempurna dalam menyelesaikan pertengkaran dan perselisihan dalam keluarga.</p>
<p>Pada uraian sebelumnya telah disebutkan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya mempererat tali cinta kasih dalam keluarga. Selain itu juga telah disebutkan hak-hak dan kewajiban suami dan istri. Dalam ajaran Islam pun disebutkan tentang pentingnya proses seleksi dengan standar nilai Islam ketika memilih calon suami atau istri.</p>
<p>Semua ini dimaksudkan untuk mencegah perselisihan yang mungkin terjadi dalam keluarga. Namun jika tanda-tanda munculnya percekcokan sudah nampak, atau bahkan percekcokan itu telah terjadi, Islam menawarkan cara untuk mengakhirinya. Selain itu, Islam juga mengecam pihak yang memicu perselisihan dan memperingatkan semua pihak agar waspada terhadap masalah ini.</p>
<p>Rasulullah SAWW bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">خير الرجال من أمتي الذين لا يتطاولون على أهليهم ويحنّون عليهم ولا يظلمونـهم</p>
<p></font>Artinya: <em>Lelaki terbaik dari umatku adalah orang tidak menindas keluarganya, menyayangi mereka dan tidak berlaku zalim.<a name="_ftnref27" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn27"><strong>[27]</strong></a></em></p>
<p>Imam Muhammad Baqir a.s. dalam sebuah hadis menganjurkan para suami untuk bersabar menerima perlakuan buruk, sebab membalas keburukan dengan keburukan akan membuat area perselisihan bertambah luas. Beliau mengatakan,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">من احتمل من امرأته ولو كلمة واحدة أعتق الله رقبته من النّار وأوجب له الجنّة</p>
<p></font>Artinya: <em>Orang yang sabar dalam menerima perlakuan buruk istrinya, meskipun hanya sebatas satu kata, niscaya akan dibebaskan Allah dari siksa api neraka dan ditempatkannya di dalam surga.<a name="_ftnref28" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn28"><strong>[28]</strong></a></em></p>
<p>Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAWW menghimbau para suami untuk bersabar atas perlakuan buruk isterinya. Beliau bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">من صبر على سوء خلق امرأته أعطاه الله من الأجر ما أعطى أيوب على بلائه</p>
<p></font>Artinya: <em>Jika seseorang bersabar atas perlakuan buruk isterinya, Allah akan memberinya pahala seperti yang Dia berikan kepada Nabi Ayyub a.s. yang tabah dan sabar menghadapi ujian-ujian Allah yang berat. <a name="_ftnref29" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn29"><strong>[29]</strong></a></em></p>
<p>Bersabar terhadap perlakuan buruk isteri adalah hal yang mungkin dianggap tidak wajar oleh kaum lelaki. Tetapi dengan adanya perintah dan anjuran Nabi SAWW dan Ahlul Bait a.s., hal tersebut menjadi suatu yang <em>sunnah </em>yang akan dengan senang hati dijalankan oleh kaum lelaki yang beriman. Tanpa merasakan adanya kehinaan dan kerendahan bagi martabatnya sebagai suami, ia akan bersabar terhadap perlakuan buruk isterinya itu.</p>
<p>Meniru perilaku Rasulullah SAWW terhadap isteri-isteri beliau dan perilaku Ahlul Bait a.s. dapat meminimalkan timbulnya pertengkaran dalam keluarga. Imam Ja’far Shadiq a.s. berkata,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">كانت لأبي عليه السلام امرأة وكانت تؤذيه وكان يغفر لها</p>
<p></font>Artinya: <em>Ayahku pernah mempunyai seorang isteri yang sering menyakitinya. Namun, ayahku selalu mema-afkannya. <a name="_ftnref30" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn30"><strong>[30]</strong></a></em></p>
<p>Rasulullah SAWW melarang para suami untuk menggunakan kekerasan terhadap isterinya dalam hadis berikut ini.</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">أيّ رجل لطم امرأته لطمة أمر الله عزّ وجل مالك خازن النيران فيلطمه على حرّ وجهه سبعين لطمة في نار جهنّم</p>
<p></font>Artinya: <em>Barang siapa melayangkan tamparan ke pipi isterinya satu kali, Allah akan memerintahkan malaikat penjaga neraka untuk membalas tamparan itu dengan tujuh puluh kali tamparan di neraka jahanam. <a name="_ftnref31" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn31"><strong>[31]</strong></a></em></p>
<p>Di pihak lain, kaum wanita pun dianjurkan untuk bersikap yang sama. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Imam Ja’far Shadiq a.s. menganjurkan kaum wanita untuk sedapat mungkin untuk menghindari pertengkaran yang buruk. Beliau berkata,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">خير نسائكم التي إن غضبت أو أغضبت قالت لزوجها : يدي في يدك لا أكتحل بغمض حتى ترضى عني</p>
<p></font>Artinya: <em>Wanita terbaik adalah wanita yang ketika marah atau membuat suaminya marah, berkata kepada suaminya itu, “Aku letakkan tanganku di tanganmu. Aku bersumpah untuk tidak tidur sebelum engkau mema-afkanku.” <a name="_ftnref32" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn32"><strong>[32]</strong></a></em></p>
<p>Imam Muhammad Baqir a.s. berkata,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">وجهاد المرأة أن تصبر على ما ترى من أذى زوجها وغيرته</p>
<p></font>Artinya: <em>Jihad bagi seorang wanita adalah bersabar terhadap perlakuan buruk dan rasa cemburu suaminya.<a name="_ftnref33" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn33"><strong>[33]</strong></a></em></p>
<p>Rasulullah SAWW melarang isteri untuk melakukan tindakan yang dapat memancing timbulnya pertengkaran. Beliau bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">من شرّ نسائكم الذليلة في أهلها , العزيزة مع بعلها , العقيم الحقود , التي لا تتورّع عن قبيح , المـتبرّجة إذا غاب عنها زوجها , الحصان معه إذا حضر , التي لا تسمع قوله , ولا تطيع أمره , فإذا خلا بها تمنعت تمنع الصـعبة عند ركوبها ولا تقبل له عذرا ولا تغفرله ذنبا</p>
<p></font>Artinya: <em>Wanita terburuk adalah wanita yang hina dalam keluarganya tetapi merasa mulia di hadapan suami; yang mandul dan selalu merasa dengki; yang tidak berhenti melakukan perbuatan buruk; yang selalu berhias kala suami bepergian dan bersikap sombong kala suami ada; yang tidak mendengar kata-kata suami dan tidak menuruti perintahnya; yang jika berduaan dengan suaminya akan menolak ajakannya; dan yang tidak pernah mau memaafkan kesalahan suami dan tidak menerima alasannya. <a name="_ftnref34" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn34"><strong>[34]</strong></a></em></p>
<p>Rasulullah SAWW dalam hadisnya melarang wanita untuk membebani suami dengan sesuatu yang di luar kemampuannya. Beliau bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">أيّما امرأة أدخلت على زوجها في أمر النفقة و كلّفته مالا يطيق لا يقبل الله منها صرفا ولا عدلا إلاّ أن تتوب وترجع وتطلب منه طاقته</p>
<p></font>Artinya: <em>Wanita yang memaksa suaminya untuk memberikan nafkah di luar batas kemampuannya, tidak akan diterima Allah SWT amal perbuatannya sampai ia bertaubat dan meminta nafkah semampu suaminya.</em><a name="_ftnref35" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn35">[35]</a></p>
<p>Selain itu Rasulullah SAWW juga melarang wanita untuk mengungkit-ungkit kelebihannya atas suami. Beliau bersabda,         </p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">لو أن جميع ما في الأرض من ذهب وفضة حملته المرأة إلى بيت زوجها ثم ضربت على رأس زوجها يوما من الأيام , تقول : من أنت ؟ إنما المال مالي , حبط عملها ولو كانت من أعبد الناس, إلاّ أن تتوب وترجع وتعتذر إلى زوجها</p>
<p></font>Artinya: <em>Seandainya seorang wanita datang ke rumah suaminya dengan membawa serta bersamanya seluruh kekayaan bumi dari emas dan peraknya, lalu pada suatu saat ia mengangkat kepalanya di hadapan suami sambil mengatakan, “Siapa kau ini? Bukankah seluruh harta ini adalah milikku?”, Allah akan menghapus semua amalan baiknya meskipun ia adalah orang yang paling banyak beribadah, kecuali bila ia bertaubat dan meminta maaf kepada suaminya. <a name="_ftnref36" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn36"><strong>[36]</strong></a></em></p>
<p>Rasulullah SAWW juga mengingatkan para wanita untuk tidak menggunakan kata-kata kasar yang dapat membangkitnya amarah suami saat berhadapan dengannya. Beliau bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">أيّما امرأة آذت زوجها بلسانـها لم يقبل منها صرفا ولا عدلا ولا حسنة من عملها حتى ترضيه ..</p>
<p></font>Artinya: <em>Jika seorang wanita menyakiti suaminya dengan kata-kata, Allah tidak akan menerima seluruh amalan baiknya sampai sang suami memaafkannya. <a name="_ftnref37" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn37"><strong>[37]</strong></a></em></p>
<p>Dalam hadisnya yang lain, Rasulullah SAWW melarang suami isteri tidak menyapa satu sama lain, karena hal itu merupakan awal perpisahan dan terputusnya hubungan antara mereka. Beliau bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">أيّما امرأة هجرت زوجها وهي ظالمة حشرت يوم القيامة مع فرعون وهامان وقارون في الدّرك الأسفل من النار إلاّ أن تتوب وترجع</p>
<p></font>Artinya: <em>Jika seorang wanita mendiamkan suaminya padahal ia adalah pihak yang salah dan berlaku zalim terhadapnya, Allah kelak akan mengumpulkannya bersama dengan Fir’aun, Haman, dan Qarun di dasar neraka, kecuali jika ia bertaubat dan kembali ke jalan yang benar</em>. <a name="_ftnref38" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn38">[38]</a></p>
<p>Semua perintah dan anjuran di atas, jika dijalankan dengan baik dan sempurna, akan menjamin keselamatan keluarga dari pertengkaran dan percekcokan atau paling tidak meminimalkannya. Namun bila pasangan suami isteri tidak mampu menjalankannya dengan baik, maka hendaknya pertengkaran yang terjadi di antara mereka tidak didengar oleh anak-anak. Sebaiknya, anak-anak tidak mendengar tuduhan-tuduhan, kata-kata kotor, dan makian yang terlontar dari kedua orang tua mereka.</p>
<p>Kewajiban orang tua adalah menjelaskan kepada anak-anak mereka bahwa pertengkaran dalam sebuah keluarga adalah hal yang wajar dan mereka berdua masih saling mencintai. Selain itu, mereka berdua juga harus secepatnya mencari jalan penyelesaian kemelut yang melanda rumah tangga mereka itu.</p>
<p><a name="_toc317183019"></a></p>
<h3>5. Ancaman Perceraian</h3>
<p>Islam memperingatkan setiap pasangan suami istri tentang dampak negatif perceraian dan putusnya tali ikatan perkawinan. Dampak negatif tersebut akan menimpa kondisi psikis mereka berdua, anak-anak, dan juga masyarakat.</p>
<p>Perceraian adalah sumber kegelisahan dan kelabilan psikis, perasaan, dan tingkah laku anak karena ia sangat membutuhkan cinta dan kasih sayang yang seimbang dari ayah dan ibunya. Bahkan, seorang anak hanya dengan memikirkan dan mengkhayalkan perceraian kedua orang tua, akan merasa gelisah. Jika hal itu berkelanjutan akan berdampak negatif pada kestabilan perasaan dan kejiwaannya.  </p>
<p>Sehubungan dengan hal ini, Islam telah menawarkan sebuah konsep dalam menjaga hubungan baik antara suami isteri untuk menghindarkan perceraian dan kehancuran rumah tangga. Dalam banyak <em>nash</em>, Islam bahkan melarang perceraian. Rasulullah SAWW bersabda,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">أوصاني جبرئيل عليه السلام بالمرأة حتى ظننت انه لا ينبغي طلاقها إلاّ من فاحشة مبيّنة</p>
<p></font>Artinya: <em>Jibril sering berpesan kepadaku tentang talak (perceraian), sampai-sampai aku mengira bahwa wanita tidak boleh dicerai kecuali jika telah melakukan perbuatan zina dengan terang-terangan.</em><a name="_ftnref39" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn39">[39]</a></p>
<p>Imam Ja’far Shadiq a.s. mengatakan,                   </p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">ما من شيء ممّا أحلّه الله عزّ وجل أبغض إليه من الطلاق وأن الله يبغض المطلاق الذوّاق</p>
<p></font>Artinya: <em>Tidak ada sesuatu yang halal yang lebih Allah benci daripada perceraian. Allah sangat membenci orang lelaki yang gemar menceraikan isteri dan sering kawin hanya untuk menikmati wanita sesaat saja. <a name="_ftnref40" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn40"><strong>[40]</strong></a></em></p>
<p>Beliau juga berkata,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">إن الله عزّ وجل يحب البيت الذي فيه العرس , ويبغض البيت الذي فيه الطلاق وما من شيء أبغض إلى الله عزّ وجل من الطلاق</p>
<p></font>Artinya: <em>Sesungguhnya Allah SWT menyenangi rumah yang di dalamnya terdapat orang yang baru menikah, dan membenci rumah yang di dalamnya terdapat perceraian. Tidak ada sesuatupun yang lebih Allah benci daripada perceraian.</em> <a name="_ftnref41" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn41">[41]</a></p>
<p>Selain itu Islam, juga menganjurkan semua pasangan untuk menyusun strategi demi menghindari perceraian. Islam mengajak para suami istri untuk mempererat tali cinta kasih di antara mereka dan menghimbau agar secepatnya menyelesaikan semua masalah dan pertikaian di antara keduanya yang dapat mengakibatkan perceraian. Karena itulah, kita temukan dalam banyak <em>nash</em> agama adanya perintah untuk bergaul dengan baik dengan pasangan kita. Allah SWT berfirman,        </p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">.. وعاشروهنّ بالمعروف فإن كرهتموهنّ فعسى أن تكرهوا شيئا و يجعل الله فيه خيرا كثيرا</p>
<p></font>Artinya: <em>&#8230;Bergaullah dengan isteri-isteri kalian dengan cara yang baik. Jika kalian tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena mungkin saja kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang berlimpah.</em> <a name="_ftnref42" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn42">[42]</a></p>
<p>Islam juga telah mengajarkan untuk mengadakan perbaikan hubungan demi mengembalikan suasana harmonis dalam keluarga. Allah SWT berfirman,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">وإن امرأة خافت من بعلها نشوزا أو إعراضا فلا جناح عليهما أن يصلحا بينهما صلحا والصلح خير &#8230;.</p>
<p></font>Artinya: <em>Jika seorang wanita merasa khawatir terhadap sikap tak acuh suami terhadapnya, ia dapat mengusahakan perdamaian di antara mereka berdua. Perdamaian itu adalah sesuatu yang baik&#8230;. <a name="_ftnref43" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn43"><strong>[43]</strong></a></em></p>
<p>Mengadakan perdamaian antara suami dan isteri lebih baik daripada meninggalkannya. Melihat kenyataan bahwa hati manusia dapat berubah-ubah dan kehendak sewaktu-waktu dapat berbalik, Islam menekankan kepada suami dan isteri untuk melakukan upaya perdamaian sebelum mengambil keputusan untuk saling berpisah. Allah SWT berfirman,</p>
<p><font size="4" face="Arabic"></p>
<p dir="rtl">وإن خفتم شقاق بينهما فابعثوا حكما من أهله و حكما من أهلها إن يريدا إصلاحا يوفّق الله بينهما إنّ الله كان عليما خبيرا</p>
<p></font>Artinya: <em>Jika kalian mengkhawatirkan adanya pertikaian antara keduanya, utuslah seorang juru damai dari masing-masing pihak, suami dan isteri. Jika mereka berdua bermaksud mengadakan perbaikan, Allah pasti akan memberikan taufik-Nya kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui dan Maha mengenal.</em> <a name="_ftnref44" href="http://www.al-shia.com/html/id/books/Pendidikan%20Anak/04.htm#_ftn44">[44]</a></p>
<p>Jika semua usaha perbaikan hubungan dan upaya untuk mengembalikan keadaan seperti sediakala tidak membuahkan hasil, dan jika semua pertikaian dan perselisihan yang ada tidak bisa diselesaikan kecuali dengan perceraian, saat itulah mungkin perceraian merupakan jalan terbaik bagi mereka berdua.</p>
<p>Walaupun demikian, anak tetap akan mendapatan pukulan yang hebat dari perpisahan kedua orang tuanya tersebut dan ini akan terlihat pada perubahan tingkah lakunya. Karena itu, Islam masih memberikan peluang kepada mereka berdua untuk kembali membangun rumah tangga mereka. Islam memberikan kesempatan kepada suami untuk merujuk isterinya saat ia masih berada dalam masa <em>iddah </em>atau menikahinya dengan <em>ijab qabul </em>baru jika wanita itu telah keluar dari masa <em>iddah</em>. Selain itu, ia masih dapat merujuk setelah menceraikan isterinya sebanyak dua kali.</p>
<p>Jika semua usaha perbaikan hubungan ini tidak membuahkan hasil dan perpisahan benar-benar terjadi, mereka berdua berkewajiban untuk menjaga perasaan anak-anak dengan mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepada mereka. Selain itu, mereka berdua harus memberikan pengertian kepada anak-anak, bahwa baik ayah maupun ibu mereka adalah orang-orang yang baik. Islam melarang kita untuk berdusta, bergunjing, serta membongkar aib dan cela orang lain. Dengan demikian, anak akan dapat mengatasi masalah dan benturan psikis yang ditimbulkan oleh perceraian orang tuanya.</p>
<p>Jika anjuran dan himbauan ini tidak diperhatikan dan masing-masing pihak saling melemparkan tuduhan kepada pihak lain serta membongkar aib dan kesalahannya kepada anak, si anak akan membenci kehidupan dan merasa rendah diri. Lebih jauh lagi, hal itu akan berpengaruh pada perasaannya terhadap orang tuanya. Ia akan membenci dan sekaligus mencintai mereka pada saat yang sama setelah mengetahui cela dan kesalahan masing-masing. Anak yang demikian ini akan selalu dihinggapi oleh rasa gelisah dan kekhawatiran. Kegelisahannya hari demi hari akan bertambah, dan hal itu berpengaruh buruk pada kehidupan sosialnya dan rumah tangganya di masa mendatang.</p>
<p><strong></p>
<h5>
<hr /><a name="_ftn1"></a>[1]Dr Fakhir Aqil, ‘Ilm Al-Nafs Al-Tarbawi : 111<u></u></p>
<p><a name="_ftn2"></a>[2]Q.S. Rum : 21</p>
<p><a name="_ftn3"></a>[3]Dr Spock, Masyakil Al-Abaa’ fi Tarbiyah Al-Abnaa’ : 44</p>
<p><a name="_ftn4"></a>[4]Harrani, Tuhaf Al-‘Uqul:188</p>
<p><a name="_ftn5"></a>[5]Shaduq, Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih 3: 281, hadist ke- 14</p>
<p><a name="_ftn6"></a>[6]Ibid</p>
<p><a name="_ftn7"></a>[7]Nuuri, Mustadrak Al-Wasail 2: 550</p>
<p><a name="_ftn8"></a>[8]Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih 3:278, hadis ke-1</p>
<p><a name="_ftn9"></a>[9]Thabarsi, Makarim Al-Akhlaq:201</p>
<p><a name="_ftn10"></a>[10]Ibid:200</p>
<p><a name="_ftn11"></a>[11]Ibid: 200</p>
<p><a name="_ftn12"></a>[12]Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih 3:278, hadis ke-6</p>
<p><a name="_ftn13"></a>[13]Kulaini, Al-Kafi 5:324 hadis ke-2</p>
<p><a name="_ftn14"></a>[14]Tuhaf Al-‘Uqul:239</p>
<p><a name="_ftn15"></a>[15]Q.S. An-Nisa’: 34</p>
<p><a name="_ftn16"></a>[16]Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih, 3:277 hadis ke-1</p>
<p><a name="_ftn17"></a>[17]Makarim Al-Akhlaq:215</p>
<p><a name="_ftn18"></a>[18]Ibid.</p>
<p><a name="_ftn19"></a>[19]Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih 3:279, hadis ke-2</p>
<p><a name="_ftn20"></a>[20]Makarim Al-Akhlaq:218</p>
<p><a name="_ftn21"></a>[21]Uqdah :72</p>
<p><a name="_ftn22"></a>[22]Ibid</p>
<p><a name="_ftn23"></a>[23]Ibid:81</p>
<p><a name="_ftn24"></a>[24]Dr. Zain Abbas Umarah, Adhwa’ Alaa Al-Nafs</p>
<p> Al-Basyariyyah: 302</p>
<p><a name="_ftn25"></a>[25]Ibid</p>
<p><a name="_ftn26"></a>[26]Masyakil Al-Aaba’ fi Tarbiyah Al-Abnaa’:45</p>
<p><a name="_ftn27"></a>[27]Makarim Al-Akhlaq:216-217</p>
<p><a name="_ftn28"></a>[28]Ibid:216</p>
<p><a name="_ftn29"></a>[29]Ibid:213</p>
<p><a name="_ftn30"></a>[30]Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih 3:279, hadis ke-4</p>
<p><a name="_ftn31"></a>[31]Mustadrak Al-Wasail 2:550</p>
<p><a name="_ftn32"></a>[32]Makarim Al-Akhlaq:200</p>
<p><a name="_ftn33"></a>[33]Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih 3:277 hadis ke-4</p>
<p><a name="_ftn34"></a>[34]Makarim Al-Akhlaq:202</p>
<p><a name="_ftn35"></a>[35]Ibid</p>
<p><a name="_ftn36"></a>[36]Ibid</p>
<p><a name="_ftn37"></a>[37]Ibid:214</p>
<p><a name="_ftn38"></a>[38]Ibid:202</p>
<p><a name="_ftn39"></a>[39]Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih 3: 278</p>
<p><a name="_ftn40"></a>[40]Al-Kafi 6:54 hadis ke-2</p>
<p><a name="_ftn41"></a>[41]Ibid. Hadis ke-3</p>
<p><a name="_ftn42"></a>[42]Q.S. Al-Nisa’ :19</p>
<p><a name="_ftn43"></a>[43]Q.S. Al-Nisa’ :128</p>
<p><a name="_ftn44"></a>[44]Q.S. Al-Nisa’ :35</h5>
<p></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyauqy.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyauqy.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyauqy.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyauqy.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyauqy.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyauqy.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyauqy.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyauqy.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyauqy.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyauqy.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyauqy.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyauqy.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=70&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/pendidikan-dalam-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4d43048926565e594ba7edbab1d43d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyauqy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AYAH BERKEWAJIBAN MENDAKWAHI ANAKNYA DENGAN CARA TERBAIK</title>
		<link>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/ayah-berkewajiban-mendakwahi-anaknya-dengan-cara-terbaik/</link>
		<comments>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/ayah-berkewajiban-mendakwahi-anaknya-dengan-cara-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 02:48:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/ayah-berkewajiban-mendakwahi-anaknya-dengan-cara-terbaik/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sebagian orang tua yang patuh beragama sering menghadapi kesulitan disebabkan ketidak patuhan anak-anak mereka secara sempurna terhadap hukum-hukum Islam. Misalnya dalam menjaga shalat dan dasar-dasar Islam lainnya, bahkan melakukan beberapa perbuatan maksiat, seprti menonton film, memakan riba, terkadang tidak menghadiri shalat berjama’ah –kadang-kadang-, mencukur jenggot serta kemungkaran-kemungkaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=69&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="snap_preview">Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sebagian orang tua yang patuh beragama sering menghadapi kesulitan disebabkan ketidak patuhan anak-anak mereka secara sempurna terhadap hukum-hukum Islam. Misalnya dalam menjaga shalat dan dasar-dasar Islam lainnya, bahkan melakukan beberapa perbuatan maksiat, seprti menonton film, memakan riba, terkadang tidak menghadiri shalat berjama’ah –kadang-kadang-, mencukur jenggot serta kemungkaran-kemungkaran lainnya. Maka apakah sikap seorang ayah yang muslim dan taat (mustaqim) terhadap anak-anak tersebut ? Dan apakah ia harus bersikap keras terhadap mereka atau bersikap lembut ?</p>
<p><span id="more-69"></span><br />
Jawaban. Menurut pandangan saya hendaknya (seorang ayah) mendakwahi mereka dengan cara yang terbaik sedikit demi sedikit. Apabila mereka terjatuh dalam beberapa maksiat maka hendaknya ia melihat (maksiat) yang paling berat, lalu memulai (dakwah –pen) dengannya dan mengulang-ulangi diskusi dengan mereka hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan urusan ini dan merekapun meninggalkannya. Namun jika mereka tidak mungkin meresponnya maka perbuatan-perbuatan maksiat berbeda-beda, sebagian di antaranya tidak mungkin membiarkan anak bersama anda sementara ia melakukannya, dan sebagian ada yang dibawahnya. Maka bila seorang menghadapi pertentangan antara dua mafsadah, sementara keduanya pasti harus terjadi atau salah satunya pasti terjadi, maka melakukan yang lebih ringan (mafsadah)nya itulah yang adil dan itulah yang hak. Akan tetapi problem yang juga terjadi adalah kebalikan dari pertanyaan ini, yaitu bahwa sebagian pemuda menemui kesulitan disebabkan penyimpangan ayahnya, dimana sang pemuda itu adalah seorang yang multazim namun ayahnya justru berbeda dari itu. Maka anda akan menemukan ayahnya selalu menentangnya dalam banyak masalah. Kini nasehat saya kepada para bapak tersebut adalah hendaknya mereka takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap diri mereka dan anak-anak mereka, hendaknya mereka memandang arah (perilaku) anak-anak mereka dan istiqomahnya itu sebagai suatu nikmat yang patut mereka syukuri kepada Allah baginya, karena keshalihan anak-anak mereka itu akan bermanfaat bagi mereka ketika masih hidup dan ketika telah mati. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Apabila seorang insane mati maka terputuslah semua amalannya, kecuali dari tiga hal : sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendo’akannya” [1] Saya juga mengarahkan pembicaraan kepada para putra dan putri, bahwa ayah ataupun ibu mereka jika memerintahkan kepada kemaksiatan maka tidak ada keataatan dalah hal itu, tidak wajib taat kepada mereka[2], dan menyelisihi mereka –walaupun mereka marah- tidaklah termasuk kedurhakaan, bahkan itu termasuk berbakti dan berbuat baik pada keduanya agar dosa dan kejahatan mereka tidak bertambah disebabkan kalian melakukan maksiat yang mereka perintahkan. Maka apabila kalian menolak berbuat maksiat yang mereka perintahkan, maka sebenarnya kalian telah berbakti pada mereka, karena kalian telah menghalangi mereka untuk tidak menambah dosa. Maka kalian jangan menta’ati mereka dalam kemaksiatan selama-lamanya. Adapun dalam ketaatan yang itu meninggalkannya bukan termasuk maksiat, maka seyogyanya seseorang melihat apakah yang lebih mengandung maslahat. Jika ia melihat yang lebih maslahat adalah menyelisihi mereka, maka hendaknya ia menyelisihi mereka. Akan tetapi hendakanya menyiasatinya jika ketaatan tersebut termasuk yang boleh ditolak dan disembunyikan dari mereka, maka hendaklah ia menolak dan menyembunyikannya dari mereka, maka hendaklah ia menolak dan menyembunyikannya dari mereka. Dan jika (ketaatan) tersebut termasuk (yang mungkin di tolak namun) tidak mungkin disembunyikan maka ia dapat menampakkannya dan berusaha untuk menjelaskan dengan tuntas kepada mereka (para orang tua) bahwa hal itu tidaklah membawa mudharat jika dilakukan, atau dengna ungkapan yang semacamnya yang dapat memuaskan (orang tua).</p>
<p>[Disalin dari kitab Ash-Shahwah Al-Islamiyah Dhawabith wa Taujihat, edisi Indonesia Panduan Kebangkitan Islam, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, terbitan Darul Haq]</p>
<p>Foote Note</p>
<p>[1] Hadits Riwayat Muslim No. 1631 dalam kitab Al-Wshiyah, bab Maa Yalhaqul Insan Min Ats-Tsawaab Ba’da Wafatihi, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu</p>
<p>[2] Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Tidak ada keta’atan bagi makhluq dalam bermaksiat kepada Khaliq” Dikeluarkan oleh Ahmad (1/131). Al-Arna’uth berkata : “sanadnya lemah, akan tetapi mempunyai syahid dari hadits Al-Hakam bin Amr Al-Ghifari dan Imran bin Hushain Radhiyallahu ‘anhu pada Ahmad (5/66,67) dan Ath-Thayalisi 856 dan sanadnya shahih, dishahihkan oleh Al-Hakam (2/443) dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Ia juga mempunyai syahid (dari) apa yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari no. 7145, Muslim no. 1840 dari Ali Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan, keta’atan itu hanya pada yang ma’ruf” Lihat Silsilah Ash-Shahihah oleh Al-Albani (179-181).</p>
<p>Sumber http://www.almanhaj.or.id</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyauqy.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyauqy.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyauqy.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyauqy.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyauqy.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyauqy.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyauqy.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyauqy.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyauqy.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyauqy.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyauqy.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyauqy.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=69&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/ayah-berkewajiban-mendakwahi-anaknya-dengan-cara-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4d43048926565e594ba7edbab1d43d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyauqy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Adalah Pemberian Allah Azza wa Jalla</title>
		<link>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/anak-adalah-pemberian-allah-azza-wa-jalla/</link>
		<comments>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/anak-adalah-pemberian-allah-azza-wa-jalla/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 02:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/anak-adalah-pemberian-allah-azza-wa-jalla/</guid>
		<description><![CDATA[Anak merupakan pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia. Allah menciptakan apa-apa yang Ia kehendaki dan memberikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala
“Artinya : Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Ia menciptakan apa-apa yang Ia kehendaki. Ia memberikan kepada siapa yang Ia kehendaki anak-anak perempuan dan Ia memberikan kepada siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=68&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="snap_preview">Anak merupakan pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia. Allah menciptakan apa-apa yang Ia kehendaki dan memberikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala</p>
<p>“Artinya : Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Ia menciptakan apa-apa yang Ia kehendaki. Ia memberikan kepada siapa yang Ia kehendaki anak-anak perempuan dan Ia memberikan kepada siapa yang Ia kehendaki anak-anak laki-laki. Atau (Ia memberikan kepada siapa yang ia kehendaki) anak-anak laki-laki dan perempuan. Dan Ia jadikan siapa yang Ia kehendaki mandul (tidak dapat mempunyai anak). Sesungguhnya Ia Maha Mengetahui (dan) Maha Berkuasa[1]” [Asy-Syuura : 49-50]</p>
<p>Dari ayat yang mulia ini kita mengetahui berbedanya pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia tentang anak menjadi empat bagian. [2]<span id="more-68"></span></p>
<p><strong><u>Pertama</u></strong> : Sebagian manusia Allah berikan kepada mereka hanya mendapat anak-anak perempuan saja tidak anak-anak laki-laki atau kedua-keduanya. Selama hidupnya mereka tidak mendapat anak laki-laki walaupun selalu menjadi impian mereka!</p>
<p><strong><u>Kedua</u></strong> : Sebagian lagi Allah berikan kepada mereka hanya anak laki-laki saja tidak anak perempuan atau kedua-duanya. Selama hidup mereka tidak pernah melihat anak perempuan lahir di tengah-tengah mereka walaupun mereka sangat megharapkan kehadirannya!</p>
<p><strong><u>Ketiga</u></strong> : Sebagian yang lain Allah berikan kepada mereka anak laki-laki dan perempuan maka terwujudlah apa yang selama ini mereka dambakan!</p>
<p><strong><u>Keempat</u></strong> : Sebagian manusia lain hidup di dalam kesunyian dan kesepian. Tidak mereka mendengar kecuali suara mereka! Suami-isteri yang selama hidupnya tidak pernah mendengar jeritan dan tangis seorangpun bayi yang lahir dari sulbi mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa tidak memberikan kepada mereka seorangpun anak!</p>
<p>Itulah pembagian anak dari Rabbul Alamani kepada manusia! Hendaklah kita ridlai kepada pembagian anak yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui siapa yang berhak dan tidak berhak mendapatkannya. Dan Allah Maha Kuasa memberikan dan tidak memberikan.</p>
<p>Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyauqy.wordpress.com/68/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyauqy.wordpress.com/68/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyauqy.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyauqy.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyauqy.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyauqy.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyauqy.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyauqy.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyauqy.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyauqy.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyauqy.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyauqy.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=68&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/anak-adalah-pemberian-allah-azza-wa-jalla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4d43048926565e594ba7edbab1d43d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyauqy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wasiat untuk Keluarga dan Anak-Anak</title>
		<link>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/wasiat-untuk-keluarga-dan-anak-anak/</link>
		<comments>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/wasiat-untuk-keluarga-dan-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 02:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/wasiat-untuk-keluarga-dan-anak-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Wahai saudaraku muslim! Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَآأَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ 
Artinya, “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka{laki-laki}atas sebagian yang lain {wanita}dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (An-Nisa: 34)

Allah telah menjadikan laki-laki sebagai pemimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=67&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Wahai saudaraku muslim! Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,</span></p>
<h1 align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" dir="rtl">الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> <span dir="rtl">اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَآأَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></h1>
<blockquote><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Artinya, “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka{laki-laki}atas sebagian yang lain {wanita}dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (An-Nisa: 34)</span></p></blockquote>
<p><span id="more-67"></span><br />
<span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah telah menjadikan laki-laki sebagai pemimpin bagi para wanita dan ini sesuai dengan fitrah dan naluri manusia, agar alam ini berjalan sesuai dengan hukum-hukum Allah Subhannahu wa Ta’ala .</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Maka bagi laki-laki memiliki kewajiban untuk mendidik istri dan anak-anaknya dengan pendidikan yang baik dan benar yang akan menjamin kebahagian dunia dan akhirat. Dan pendidikan yang paling penting adalah mengajarkan mereka agama dan adab-adab Islam sebagai realisasi dalam meneladani Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan meniti kehidupan sesuai dengan ajarannya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Wahai para ayah ajarkan dan didiklah anak-anak kalian dengan ilmu yang bermanfaat dan amal yang sholih.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ajarkan juga pokok-pokok keimanan yang telah diterangkan oleh Al-Qur‘an dan biasakanlah mereka untuk berpegang teguh dengan rukun-rukun Islam.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ajarkan kepada istri dan anak-anak kalian untuk mencintai Allah, tancap-kan keimanan, kecintaan, penghormat-an, dan pengagungan terhadap Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam di dalam hati mereka. Mereka wajib untuk menaati apa yang diperin-tahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, membenarkan setiap berita yang beliau sampaikan dan menjauhi apa yang dilarangnya dan tidak beribadah kepada Allah, melain-kan sesuai dengan apa yang dia syariatkan. Barang siapa yang berpaling dari petunjuknya, maka dia termasuk ahlul bid’ah.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ajarkan mereka untuk mencintai sahabat Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam yang mulia sebagai imam yang telah mendapatkan petunjuk yang lurus. Terangkan kepada mereka bagaimana sahabat beribadah, berakhlak dengan akhlak yang mulia, berilmu yang luar biasa, bersungguh-sungguh dalam beragama. Dan terangkan juga tentang jihad dan perjuangan mereka di jalan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Hingga akhirnya melalui mereka Allah membuka hati dan telinga umat manusia, membuka negara-negara dan kerajaan-kerajaan, dan menghukum orang orang kafir dan munafik dengan kehinaan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan terangkan juga tentang sejarah hidup mereka yang luar biasa, bagai-mana kebenaran Iman mereka dan sempurnanya mereka di dalam mengikuti Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , dalam beribadah, berjihad dan menginfaqkan harta yang amat banyak dalam rangka untuk mencari ridha Allah Subhannahu wa Ta’ala . </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan tanamkan kepada mereka bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang mau mengikuti Sahabat Rasullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan orang yang celaka adalah yang mencela, mendiskreditkan mereka serta menempuh jalan kehidu-pan selain jalan mereka.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan perintahkan kepada mereka untuk menunaikan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, perintahkan anak laki-laki supaya berjamaah di masjid bersama kaum muslimin, dan yang perempuan supaya berjamaah bersama ibu mereka di rumah.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Artinya, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepa-damu. Dan akibat(yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.” (Thaha: 132)</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan juga pisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan ketika mereka berumur sepuluh tahun, jauhkan mereka dari kawan yang jelek. Tumbuhkanlah mereka dengan ahklaq ahlu iman, seperti berbakti kepada orang tua, silaturahim, bergaul dengan baik terhadap saudara seagama, senang bersedekah, berbuat yang ma‘ruf dan kebaikan, menghormati tetangga dan tamu, dan mencegah dari perbuatan jelek serta menyakiti sesama manusia.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan ajarkan juga tentang keimanan kepada qadla dan qadar, ajarkan agar selalu menghadapi takdir dengan menyerahkannya kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala sebagai Rabb yang mengatur seluruh alam. Karena sesungguhnya Allah yang memberi dan Allah yang memgambil, segala sesuatu datang dari sisi-Nya sesuai dengan waktu yang ditentukan-Nya. Orang yang berbahagia adalah orang yang beriman kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya serta berusaha keras mencari jalan-jalan (wasilah) yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Orang yang celaka adalah orang yang menuyelisihi-Nya, bermaksiat terhadap perintah-Nya, menentang-Nya, kufur terhadap-Nya, benci terha-dap ketentuan-Nya dan berpaling dari takdir-Nya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jauhilah perkara-perkara yang mengantarkan kepada kemurkaan Allah Subhannahu wa Ta’ala yang mengakibatkan dimasuk-kan ke dalam api neraka bersama orang-orang kafir Allah Ta‘ala berfirman,</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar dan keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu menger-jakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka, dengan membuka pintu-pintu kebaikan kepada anak dan istri kalian dan selalu mengarahkan mereka kepada kebaikan-kebaikan tersebut, selalu memberi dorongan kepada mereka untuk melaksanakannya, dan hendaknya kalian menjadi teladan bagi seluruh anggota keluarga.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jangan sekali-kali meremehkan pendidikan terhadap keluarga kalian, dan jangan menganggap ringan dalam mengarahkan dan menunjuki mereka didalam kebaikan, karena kalian bertanggung jawab atas mereka.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bersabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam ,</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Sesungguhnya Allah akan menanyakan kepada setiap pemimpin amanah yang diembankan kepadanya; apakah dia menjaganya atau menyia-nyiakannya, sampai seseorang ditanyai tentang keluarganya” (HR. An-Nasai)</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan bersemangatlah dalam mendidik mereka di dalam kebaikan dunia dan akhirat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Semoga Allah menjadikan kita seperti orang-orang yang Allah firmankan,</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Artinya, “Yaitu surga ‘Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan) “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesuda-han itu.” (Ar-Ra’d : 23-24) </span></p></blockquote>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan bersungguh-sungguhlah dalam mengajarkan mereka tentang Kitabullah dan as-Sunnah serta atsar-atsar (perikehidupan) salafusholih, maka Allah akan memberikan kemuliaan kepada kalian lebih dari yang kalian harapkan, dan akan mengamankan kalian dari mara bahaya apa pun, akhirnya Allah akan mengumpulkan kalian bersama anak dan istri kalian disurga-surga dan akan duduk ditempat orang-orang yang terhormat.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Allah berfirman,</span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Artinya, “Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka, tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (At-Thur : 21)</span></p></blockquote>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sesungguhnya seorang ayah apabila memberikan perhatian serius di dalam mendidik anak dan istrinya serta orang-orang yang menjadi tanggung jawab-nya, maka ia ibarat seseorang yang menebarkan di atas bumi yang subur benih-benih yang paling bermanfaat dan paling baik, yang kelak dengannya akan mendatangkan buah yang melim-pah dan hasil (panen) yang baik.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">T</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">etapi apabila meremehkan pendidikan keluarga dan merasa cukup dengan sekedar memberikan makan, minum, pakaian dan lainnya, kemudian ia tinggalkan begitu saja seperti bina-tang ternak, tidak mengetahui yang halal dan yang haram, dan tidak menunaikan kewajiban dan tanggung jawab, dan tidak ada rasa penghormatan kepada yang tua dan tidak ada belas kasihan terhadap yang muda, maka yang seperti itu justru akan menjadi azab bagi diri mereka, keluarga dan masyarakat seluruhnya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Padahal setiap muslim akan ditanya di hadapan Allah Subhannahu wa Ta’ala tentang beban tanggung jawab yang dipikulnya. Apakah ia tunaikan dan pelihara atau malah justru melalaikan dan menyia-nyiakannya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sesungguhnya anak-anak kita, belahan hati kita adalah pemuda-pemuda di hari ini dan merupakan generasi penerus untuk masa depan, jangan kalian melupakan doa untuk mereka, supaya mendapatkan hidayah dan taufik dari Allah Subhannahu wa Ta’ala agar menempuh jalan yang dicintai Allah dan diridhai-Nya. </span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Artinya, “Ya Rabb kami, anugerah-kanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.”</span></p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyauqy.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyauqy.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyauqy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyauqy.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyauqy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyauqy.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyauqy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyauqy.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyauqy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyauqy.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyauqy.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyauqy.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=67&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/wasiat-untuk-keluarga-dan-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4d43048926565e594ba7edbab1d43d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyauqy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Dapat Menghalangi Hafalan</title>
		<link>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/yang-dapat-menghalangi-hafalan/</link>
		<comments>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/yang-dapat-menghalangi-hafalan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 02:34:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/yang-dapat-menghalangi-hafalan/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut.
Di antaranya:
1. Banyaknya dosa dan maksiat.
Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.
2. Tidak adanya upaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=66&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="snap_preview">Setelah kita mengetahui beberapa kaidah dasar untuk menghafal Al-Quran maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menghalangi dan menyulitkan hafalan agar kita dapat waspada dari penghalang-penghalang tersebut.</p>
<p>Di antaranya:</p>
<p>1. Banyaknya dosa dan maksiat.<span id="more-66"></span></p>
<p>Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.</p>
<p>2. Tidak adanya upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara terus-menerus. Tidak mau memperdengarkan (meminta orang lain untuk menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.</p>
<p>3. Perhatian yang berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya tergantung dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal dengan mudah.</p>
<p>4. Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.</p>
<p>Kita mohon pada Allah Subhanahu wa Ta`ala semoga Dia mengkaruniakan dan memudahkan kita untuk menghafal kitab-Nya, mengamalkannya serta dapat membacanya di tengah malam dan di tepi siang. Wallahu alam bishawwab.</p>
<p><em>(Ummu Abdillah &amp; Ummu Maryam, dinukil dari kutaib: “Kaifa Tataatstsar bil Quran wa Kaifa Tahfadzuhu?” oleh Abi Abdirrahman)</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyauqy.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyauqy.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyauqy.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyauqy.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyauqy.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyauqy.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyauqy.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyauqy.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyauqy.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyauqy.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyauqy.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyauqy.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=66&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/yang-dapat-menghalangi-hafalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4d43048926565e594ba7edbab1d43d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyauqy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi untuk Aisyah</title>
		<link>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/puisi-untuk-aisyah/</link>
		<comments>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/puisi-untuk-aisyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 02:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/puisi-untuk-aisyah/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pembicaraan bersama Aidit
Kami menyimpulkan
Kami harus berperang
Kami harus membunuh semua orang
Yang mencari tanah air bagi mereka
Kami harus membunuh
Sampai kami punya tanah air
Terbentang dari sungai ke sungai(Penyair Israel, Absholom Cour, 1982)
Matanya merah padam. Tangannya mengepal kuat, sedang kedua bibirnya seperti saling memangsa dengan ganasnya. Ia benar-benar dalam amarah.
Ia mencibir pada setiap orang di sekelilingnya. Wajah-wajah mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=65&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam pembicaraan bersama Aidit<br />
Kami menyimpulkan<br />
Kami harus berperang<br />
Kami harus membunuh semua orang<br />
Yang mencari tanah air bagi mereka<br />
Kami harus membunuh<br />
Sampai kami punya tanah air<br />
Terbentang dari sungai ke sungai(Penyair Israel, Absholom Cour, 1982)<span id="more-65"></span></p>
<p>Matanya merah padam. Tangannya mengepal kuat, sedang kedua bibirnya seperti saling memangsa dengan ganasnya. Ia benar-benar dalam amarah.</p>
<p>Ia mencibir pada setiap orang di sekelilingnya. Wajah-wajah mereka pucat pasi dalam deraan ketakutan. Tampak lima wajah lain dengan air muka yang sama, sama gundahnya, sama gelisahnya. Namun terlihat begitu banyak tangan, ia tak sanggup menghitungnya.</p>
<p>Di sini, setiap saat ia bisa mati. Banyak benda keras yang tak pernah lepas dari pandangannya. Benar-benar ancaman mengerikan.<br />
Ketika melangkah ke arah bangunan oenjara, ia sengaja melebarkan langkah-langkah kakinya. Rasanya memang harus begitu. Ia harus mengimbangi keperkasaan slogan dan yel bocah-bocah kecil itu, yang selalu memadati jalan-jalan Palestina, dan nekat mengguncang bumi manusia. Kini ia merasa saatnya memuntahkan seluruh kemarahannya. Sudah terlalu lama amarah itu terpendam di dalam lambung kesedihannya.</p>
<p>Ia dibawa ke sebuha penjara tua. Segera saja tercium bau kematian di tiap sudut ruangan, dan di tiap jengkal tembok hitam yang mengurungnya. Sesaat ia mencoba meraba denyut napasnya. Dan tiba-tiba saja ia tidak percaya bagaimana ia bisa bertahan hidup di tengah kancah kematian itu.</p>
<p>Benar-benar ajaib. Sekali lagi ia meniupkan napasnya ke jari-jari tangannya. Tiba-tiba ia tersenyum. Ya, benar. Itu napasnya. Ia masih hidup. Ia mencoba meraba tembok-tembok bisu ia bagai seorang bocah yang berusaha menafsirkan kebisuannya. Tidka hanya itu. Ia juga menciumnya, merabanya dengan bibirnya. Beberapa saat kemudian, perlahan-lahan ia sandarkan kepalanya ke dinding penjara. Air matanya tumpah berderai.</p>
<p>Tiba-tiba pintu penjara terbuka. Dua orang serdadu Israel masuk. Sambil menodongkan moncong senapan ke mukanya, seorang di antara mereka membentak, “Ayo ikut!”</p>
<p>“Ke mana?”</p>
<p>“Ke neraka!”</p>
<p>Ia tersenyum kecut dengan wajah masam. Ia berdiri dan melangkah mengikuti kedua serdadu itu. Di sekitarnya ribuan pasang mata menyorotnya dengan tatapan sinis, sampai terasa tembus ke tiap jaringan tubuhnya.</p>
<p>Ruangan itu diterangi lampu yang bersinar agak redup. Ia duduk di atas sebuah kursi kecil. Terpekur. Sebentar kemudian ingatannya melayang ke Gaza. Adiknya, Rukayah, paling suka duduk di kursi berkaki tiga. Serta merta senyum kecut membersit dari bibirnya. Ia mencibiri dirinya sendiri, dan berkata: “Ah, Rukayah! Andaikan kau tahu bagaimana keadaan kakakmu, Muhammad, yang kini duduk di atas kursi yang…hanya berkaki satu!”</p>
<p>Tiba-tiba interogator membuyarkan lamunannya dengan pertanyaan:</p>
<p>“Bagaimana kamar anda, Anda cukup tenang?”</p>
<p>Ejekan yang pahit! Ia hanya bisa menelannya. Lalu membalasnya dengan nada yang sama:</p>
<p>“Tidak! Tapi saya kagum dengan perlakuan kalian!”</p>
<p>“Saya harap Anda bersiskap lebih ramah di sini, kalau Anda ingin diperlakukan dengan baik.”</p>
<p>“Maksudnya?”</p>
<p>Interogator itu seketika tersenyum. Ia menawarkan rokok, lalu berkata dengan nada bersahabat:</p>
<p>“Anda kelihatan lebih cerdas dari rekan-rekan Anda yang lain. Kami hanya ingin Anda lebih terbuka menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Untuk itu anda boleh memegang janji kami. Anda pasti akan kami kembalikan ke ibu Anda. Kami yakin Anda tentu sedih karenanya, bukan begitu?”</p>
<p>“Saya bukan ank kecil lagi yang bisa bertindak setolol itu!”</p>
<p>“Tapi kita semua ‘kan anak kecil, Muhammad! Yah, minimal di mata ibu kita?”</p>
<p>“Saat datang ke negeri kami, kalian telah merampas semua yang kami miliki. Termasuk watak kekanakan kami!”</p>
<p>“Mungkin And aperlu tahu, kami ke sini bukannya datang, Muhammad! Akan tetapi kembali. Mengerti! Yah, kami hanya kembali!”</p>
<p>“Yang pasti negeri ini milik kami, setuju atau tidak!”</p>
<p>“Negeri ini ‘kan luas, cukup untuk kita bersama.”</p>
<p>“Lantas, emngapa kalian membunuh kami?”</p>
<p>“Karena kalian menolak keberadaan kami.”</p>
<p>“Kami tidak pernah sekalipun membunuh wanita-waita dan anak-anak kalian. Kami juga tidak pernah meledakkan rumah-rumah kalian.”</p>
<p>Si interogator menatap Muhammad dengan tajam. Ia merasa keramahannya sia-sia. Tak secuilpun berhasil ia korek.</p>
<p>“Untuk inikah kalian membawaku ke sini?” kata Muhammad tiba-tiba, ketus.</p>
<p>Interogator menyalakan sebatang rokok. Tatapannya terus menyapu Muhammad. Lalu, sambil tersenyum, ia kembali bertanya.</p>
<p>“Anda pasti berasal dari keluarga besar…”</p>
<p>“Saya bersaudara laki-laki delapan orang,” jawab Muhammad.</p>
<p>“Plus dua saudara perempuan,” potong sang inetrogator. “Yang seorang meninggal dalam usia sembilan tahun karena jatuh ke sumur, dan yang seorang lagi kini hidup bersama ibumu di Gaza. Siapa namanya, Muhammad?”</p>
<p>“Namanya? Maut!”</p>
<p>“Anda mulai berbohong!”</p>
<p>Muhammad tidak menjawab. Sekilas kegembiraan mulai membayang di permukaan wajah interogator Yahudi itu. Ia pun bersikap lebih ramah lagi. “Dan…Rukayah tidak mirip dengan Anda, Muhammad!” katanya melanjutkan.</p>
<p>Mata Muhammad berbinar. Inilah untuk peratma kalinya ia lari dari ketakutan. Namun ketakutan itu terus mengejarnya. Ia menelan satu dua napasnya. Ia terdiam.</p>
<p>“Andaikan Anda mau bekerja sama dengan kami, mungkin kami akan membolehkan dia menjenguk Anda. Bahkan kalau nanti Anda berhasil merebut kepercayaan kami, barangkali Anda akan kami bebaskan,” kata Interogator itu lagi.</p>
<p>Muhammad mencibiur, lalu berkata, “Manusia hanya mati satu kali!”<br />
Sekonyong-konyong amarah besar si interogator meledak. “Oke, oke! Akan kita buktikan, Muhammad! Akan kita buktikan!” Kepada prajuritnya ia memberikan isyarat untuk membawa pergi Muhammad. “Gantung dia di atas atap dalam keadaan telanjang…selama tiga hari, biar kakinya berkelahi melawan kerinduan akan tanah tempat berpijak!”</p>
<p>Tapi yang kemudian mereka lakukan adalah menjebloskannya ke dalam sebuah kolam berisi air es. Segera terdengar erangan pilu yang amat menyayat dari sekujur tubuhnya. Mereka tetap membiarkannya di situ, sampai mereka mengira nyawanya telah terenggut berkali-kali. Mereka tak henti menendangnya, dan meludahi tubuhnya. Agaknya mereka tahu bahwa untuk mengembalikan sisa-sisa kekuatannya ia membutuhkan satu tahun kematian.</p>
<p>Lama kemudian mereka mengembalikan Muhammad ke selnya. Dan yang terlihatnya hanya dinding-dinding hitam. Gelap pekat. Dingin udara pun terasa sangat mengigit, kemudian ingatannya melayang kembali ke Gaza. Ejekan keputusasaan memenuhi wajahnya.<br />
(Dulu Muhammad sering dipukul ayahnya karena ia terlalu banyak bicara. Dunia yang betul-betul rumit. Barangkali hanya ada satu hal yang tetap logis di sini: kematian).</p>
<p>*****</p>
<p>Seorang prajurit mendekati interogator tadi. Ia tampak sangat emosional. “Hanya setrum listrik yang cocok untuk mereka,” katanya.</p>
<p>“Apa Anda tidak melihat bahwa ia terlalu banyak berteriak-teriak?”</p>
<p>“Semua orang berteriak.”</p>
<p>“Saya kira sebaiknya kita berusaha memanfaatkannya.”</p>
<p>“Mustahil!”</p>
<p>“Tapi kita harus berusaha.”</p>
<p>“Pemuda-pemuda itu lebih suka dimangsa anjing-anjing daripada mengulurkan tangannya kepada kita.”</p>
<p>“Tapi kita telah pernah sukses dengan yang lain, bukan?”</p>
<p>“Namun si Muhammad berbeda dengan yang yang lain itu.”<br />
Sejenak sang interogator termenung, berpikir. “Karena itu kita harus berusaha. Sekarang hentikan penyiksaan. Saya ingin menemuinya besok,” katanya berkeras.</p>
<p>Keesokkan harinya mereka menghadapkan Muhammad kembali ke interogatornya. Muhammad meras sedikit lega. Langsung saja ia melemparkan tubuhnya ke atas kursi, lalu mengambil segelas air. Interogator Yahudi itu tampak gembira, ia tersenyum. Ia memberi isyarat kepada Muhammad, mengambil apa saja yang dia inginkan.</p>
<p>Muhammad dengan susah payah meneguk air minumnya. Itu merupakan pemandangan yang indah bagi si Interogator. Ia betul-betul menikmatinya. Ia makin bersemangat untuk menunjukkan kesan dan iklim persahabatan dalam ucapan-ucapannya.</p>
<p>“Berapa umur anda, Muhammad?”</p>
<p>“Intifadhah meledak ketika saya berumur 20 tahun.”</p>
<p>“Kalau begitu, sekarang anda masih berumur 20 tahun.”</p>
<p>“Lalu, dalam tahun-tahun Intifadhah, Anda tidak menghitungnya sama sekali?”</p>
<p>“Anda tidak mungkin menghitung tahun-tahun yang ganas itu sebagai bagian dari umur anda, Muhammad. Anda dan keluarga Anda tidak pernah merasakan tahun-tahun itu. Tahun-tahun pemogokan, lontaran batu, pengrusakan. Semuanya jelas mematikan kehidupan. Anda masih terlalu muda. Di depan Anda, hidup ini menawarkan peluang-peluang yang sangat menggiurkan. Mengapa umur Anda harus berhenti sebelum Anda menikmatinya? Lantas untuk siapa itu, Muhammad? Tentu saja untuk orang-orang goblok itu, yang salah memimpikan kemustahilan!”</p>
<p>Ia terdiam sejenak. Kemudian menghembuskan asap rokoknya kuat-kuat. Ia ingin mengesankan bahwa ia benar-benar meresapi ucapannya, dan karenanya sangat terpengaruh.</p>
<p>“Pernahkah Anda memimpikan seorang gadis cantik yang sellau setia mendampingi dan bersama menikmati masa muda Anda, yang kini terancam akan lenyap sia-sia? Tanpa merasakannya sedikit pun? Anda masih muda, Muhammad! Anda seorang pemuda. Adalah hak Anda untuk tidur di atas kasur empuk, bukan di penjara bengis seperti ini. Adalah hak Anda untuk hidup seperti kebanyakan pemuda lainnya. Ah, saya rasanya kurang percaya kalau Anda belum punya kekasih!”</p>
<p>“Itu adalah impian-impian indah yang akan sanggup kami raih!”</p>
<p>“ah, gampang itu. Itu urusan kami, pasti beres. Asal Anda bersedia bekerja sama dengan kami.”</p>
<p>“Saya hanya….”</p>
<p>Terasa ada sesuatu yang ingin diucapkan Muhammad. Dan interogator itu dapat menduga. Maka ia pun bergegas memotong ucapan Muhammad dengan girang. “Oh, tidka perlu. Tentang apa yang nanti Anda lakukan untuk kami, itu tidak terlalu penting. Kami hanya ingin memastikan bahwa Anda benar-benar berpihak pada kami.”</p>
<p>Tiga menit berlalu dengan diam. Tak seorang pun mencoba memcah keheningan itu. Tapi, dengan nada tinggi, si interogator akhirnya memcah kebisuan: “Siapa yang memprovokasi kalian agar mengganggu tentara kami?”</p>
<p>“Kalian.”</p>
<p>“Maksud Anda?”</p>
<p>“Keberadaan kalian di jalan-jalan, di depan orang-orang, dan sorotan mata kalian yang hapal betul tempat-tempat keberadaan bocah-bocah kami, dan ceceran darah, dan kehinaan. Semua itulah yang memkasa kami melempari kalian dengan batu.”</p>
<p>“Justru kalianlah yang melempar anak-anak kalian ke moncong senjata para prajurit kami, agar menyerang dan mengganggu mereka. Tentu saja tentara kami berhak membela diri.”</p>
<p>“Dan bangsa kami tidak berhak membela diri?”</p>
<p>“Oh, agaknya Anda merumitkan masalah. Kematian Usman, saudara Anda, itulah pemicunya. Ya ‘kan, begitu?”</p>
<p>Si interogator kembali mencoba memberi kesan bahwa ia cukup terpengaruh oleh ucapan emosionalnya. Ia berkata lagi: “Andaikan Anda juga ikut tewas, ah saya tentu tidak tahu apa yang akan terjadi pada ibu Anda.” Kemudian seperti teringat sesuatu, ia melanjutkan” “Muhammad, Anda belum mengatakan pada saya, apa yang Anda ketahui tentang kematian.”</p>
<p>“Saya ‘kan belum mati!”</p>
<p>“Anda tahu, di kamar Anda, sudah dua orang narapidana mati. Yang satu karena menolak bersikap ramah.”</p>
<p>“Yang satu lagi?” potong Muhammad.</p>
<p>“Mati sebelum kami sempat menawarkan hal yang sama padanya. Jadi, beruntunglah Anda. Karena Anda masih diberi peluang untuk hidup.”</p>
<p>“Kalau benar demikian, tentu saya tidak akan pernah dijebloskan ke sini.”</p>
<p>Interogator Yahudi itu tidak menjawab, ia malah menyilakan Muhammad minum. Sejurus kemudian dengan nada menyesalkan, ia melanjutkan:</p>
<p>“Agaknya hanya Anda yang sellau menangis seorang diri. Apa keuntungan yang mungkin Anda peroleh kalau Anda justru dijebloskan di penjara ini? Anda akan menjadi bangkai yang tidak lagi dapat merasakan denyut kehidupan? Lantas, untuk siapa Anda berjuang? Mereka semuanya menjual Anda, Muhammad! Dan sekarang Anda kami beri peluang untuk menebus diri Anda dengan beberapa potong kata saja.”</p>
<p>“Muhammad hanya diam, seperti yang sebelumnya, ia tidak bergairah menjawab. Sementara sorot mata si interogator mulai mengekspresikan kesan lain. Tatapannya berubah dan makin tajam. Ia mengancam Muhammad:</p>
<p>“Saya bisa saja memaksa Anda mengakui keterlibatan Anda dalam sebuah serangan terhadap patroli Israel, serangan yang menewaskan salah seorang prajurit kami.”</p>
<p>“Sejak kapan kalian harus menyiapkan alasan untuk membunuh?” jawab Muhammad dingin.</p>
<p>“Saya tidak ingin membunuh Anda. Anda tentu tahu bahwa saya bisa memperoleh apa saja yang saya inginkan dari Anda, tanpa harus membuang-buang waktu. Akan tetapi ijinkan saya mengagumi Ada, Muhammad. Biarlah kita menajdi sahabat. Saya hanya ingin Anda menyebut nama-nama orang yang mengharamkan bangsa kami dari kenikmatan hidup.&#8221;</p>
<p>“Lho, selama ini ‘kan hanya kalian yang menikmati hidup?”</p>
<p>“Kami akan mengganti semuanya demi Anda.”</p>
<p>“Tidak adakah sesuatu yang lain yang dapat kalian berikan kepada saya?”</p>
<p>“Usman, saudara Anda itu, adalah korban orang-orang goblok, Muhammad. Anda dan saya akan memaksa mereka membayar harganya.”</p>
<p>“Saya tidak kenal dengan orang-orang itu.”</p>
<p>“Muhammad, Anda tahu saya bisa memaksa Anda menyebut nama-nama mereka. Namun say alebih suka menggunakan cara lain pada Anda. Muhammad, bantulah saya, agar saya juga dapat membantu Anda.”</p>
<p>Ia terdiam sejenak, lalu kembali mengancam: “Bagaimana dengan ibu Anda, Muhammad?”</p>
<p>“Ibu saya sudah terbiasa kehilangan oarang-orang yang dicintainya!” kata Muhammad datar.</p>
<p>Sekonyong-konyong si interogator menatap dengan tajam. Matanya merah menyala-nyala. Ia benar-benar marah. Sementara itu Muhammad mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan perasaan sesak. (Di situ hanya ada sebuah kursi kecil, dan seketika interogator itu kelihatan lebih pendek dari kemarin). Muhammad berdiri dan ia bertekad akan tetap menutup mulut. Dengan suara keras ia berkata: “Tak ada sesuatu yang bisa aku katakan.”</p>
<p>Langsung saja –dengan gerakan yang sangat emosional- si interogator menyuruh anak buahnya mengembalikan Muhammad ke selnya.</p>
<p>Di ruang penyiksaan, Muhammad bagai seutas kain kusut di tangan mereka. Mereka benar-benar menikmati bagaimana menusukkan jarum-jarum ke tubuh Muhammad. Namun kebisuan Muhammad justru membuat kemarahan mereka makin memuncak. Mereka terus menyiksanya, terus, dan terus, tanpa henti.</p>
<p>Suatu ketika, kepada saah seorang serdadu itu, interogator bertanya tentang Muhammad. Yang ditanya menjawab dengan kesal:</p>
<p>“Orang-orang Palestina itu seperti kucing, Pak. Dari dulu mereka tidak mati-mati juga. Dan mungkin untuk selamanya akan begitu!”</p>
<p>“Kita memang tidak menginginkan dia mati!”</p>
<p>“Namun dia tetap tidak akan buka mulut, Pak.”</p>
<p>“Tidak usah khawatir, suatu saat dia pasti akan membuka mulutnya. Siksaan bakal membuatnya menjadi manusia lain.”</p>
<p>Sesaat sang interogator terdiam. Sambil mengerucutkan mulutnya ia memandang sekitarnya. Dicobanya merenung sejenak. Lalu, dalam nada memerintah, ia berkata keapda anak buahnya: “Izinkan ibunya menemuinya.”</p>
<p>“Lho, kunjungan keluarga ‘kan dilarang, Pak?”</p>
<p>“Turuti perintahku!” bentaknya keras.</p>
<p>“Percayalah, Pak, sekali ia melihat ibunya, perlawanannya paati makin kuat.”</p>
<p>“Teruskan menyiksanya. Saya ingin ibunya melihatnya menjadi bayang-bayang.”</p>
<p>Muhammad tidak dapat melihat lagi. Benda-benda itulah yang justru mencari dan melihat tubuhnya. Mereka membaringkannya di atas meja yang penuh paku. Muhammad berusaha mengangkat tubuhnya. Namun gagal. Ia tidak lagi punya sisa tenaga untuk bangkit. Ia menutup matanya. Perih, Sangat perih. Ia terus memperhatikan serdadu-serdadu itu, yang kini sedang menyiapkan tiang gantungan. Mereka sudah capek membenturkan kepala Muhammad ke tembok.<br />
Empat bulan sesudah itu, barulah mereka mengijinkan ibunya menjenguk. Muhammad berusaha tersenyum ketika dengan amat pilu ibunya merangkul tangannya dan terus menciuminya. Ia menyandarkan kepalanya ke dada ibunya. Dan tangisnya meledak. Air matanya tumpah berderai. Ibunya pun kian mengencangkan dekapannya. Pertemuan itu tiba-tiba menjelma menjadi pemandangan yang mengharu-biru. Seluruh perasaan dan harapan serta rindu menjelma menjadi air mata!</p>
<p>Tiada kata-kata. Yang ada hanya air mata, dari awal pertemuan hingga akhirnya mereka berpisah lagi. Air mata mengawali dan mengahiri pertemuan mereka. Ibunya memegang tangannya erat-erat. Ia berusaha mengucapkan sesuatu. Tapi gagal, ia tak kuasa. Akhirnya ia hanya bisa mengembangkan sesungging senyuman kecil, lalu pergi.</p>
<p>Setelah ibunya pergi, Muhammad mencium setiap jengkal dinding kamar penjaranya! Ia menangis sejadi-jadinya. Kini ia baru merasakan, betapa tangis benar-benar sebentuk kenikmatan dari Allah. Dan bahwa seorang ibu, sesungguhnya selalu merupakan wajah hakiki dari semua bentuk kegembiraan manusia. Sepanjang masa, selamanya.</p>
<p>Tiga bulan sesudah itu, keadaannya masih begitu-begitu saja. Tidka ada perubahan apa-apa. Serdadu-serdadu Israel tampaknya juga sudah bosan menyiksanya. Kini mereka menyatakan ingin benar-benar membunuhnya.</p>
<p>Seklai ini, di ruang interogasi itu, mereka tidak membolehkan Muhammad duduk di atas kursi. Interogator yang sebelumnya mencoba bersikap ramah kini mencibirnya. Ia berkata: “Sekarang Anda benar-benar rugi. Anda telah kehilangan semua peluang baik. Dan kini hanya tinggal satu pilihan bagi Anda: pengasingan!”</p>
<p>“Pengasingan?” tanya Muhammad.</p>
<p>“Besok Anda akan kami berangkatkan.”</p>
<p>“Ke mana?”</p>
<p>“Ke mana saja. Yang pasti, jauh dari negeri ini.”</p>
<p>Negeri. Tanah air, Itulah impian yang tidak menyenangkan para pengecut. Itulah kata terindah di masa terburuk.<br />
Sebutir embun kecil perlahan bergulir dari pelupuk matanya. Namun senyumnya tetap tersungging, tak sampai lepas dari bibirnya. Ia bahkan menantang interogator itu:</p>
<p>“Anda sebenarnya juga sedang hidup dalam pengasingan. Kalian smeua hidup dalam pengasingan. Dan sorotan mata kami adalah kuburan bagi kalian!”</p>
<p>Keesokan harinya, Muhammad meninggalkan penjara. Semua orang yang keluar dari penjara denga melangkahkan kakinya tegap-tegap. Kecuali Muhammad. Ya, kecuali Muhammad. Karena langkah kakinya tertinggal di pintu penjara itu dan ia harus puas berjalan tanpa kedua kakinya. Ia pergi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyauqy.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyauqy.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyauqy.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyauqy.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyauqy.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyauqy.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyauqy.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyauqy.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyauqy.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyauqy.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyauqy.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyauqy.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=65&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/puisi-untuk-aisyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4d43048926565e594ba7edbab1d43d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyauqy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hafalan Al-Qur&#8217;an dalam Keluarga</title>
		<link>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/hafalan-al-quran-dalam-keluarga/</link>
		<comments>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/hafalan-al-quran-dalam-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 02:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/hafalan-al-quran-dalam-keluarga/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan yang lalu, Ustadzah Yoyoh Yusro salah satu anggota dewan dari fraksi PKS memberikan sebuah ceramah yang cukup menarik tentang bagaimana sebuah keluarga menjadi keluarga dakwah yang mencetak generasi-generasi yang mampu menggantikan dan mengisi kekosongan-kekosongan dalam sebuah peradaban.
Beliau banyak menyinggung tentang hafalan al-qur’an dalam diri aktivis dakwah dan keluarga para aktivis. Beliau bercerita tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=64&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#336666;font-family:verdana;">Beberapa bulan yang lalu, Ustadzah Yoyoh Yusro salah satu anggota dewan dari fraksi PKS memberikan sebuah ceramah yang cukup menarik tentang bagaimana sebuah keluarga menjadi keluarga dakwah yang mencetak generasi-generasi yang mampu menggantikan dan mengisi kekosongan-kekosongan dalam sebuah peradaban.<br />
Beliau banyak menyinggung tentang hafalan al-qur’an dalam diri aktivis dakwah dan keluarga para aktivis. Beliau bercerita tentang para ummahat dari Palestina yang datang ke Indonesia, bahwa ketika mereka berbicara di depan umum, mereka selalu ta’aruf dengan menyebutkan nama, status, dan berapa juz hafalan Al-qur’annya. Dan subhanallah, rata-rata mereka telah hafal 30 juz Al-qur’an, sementara kita ketahui bersama bahwa Palestina adalah negara yang selalu dihujani konflik, bom, dan tembakan di mana-mana bahkan untuk sholat pun nyawa menjadi taruhannya, namun mereka mampu menjadi hafidzhoh yang handal bahkan anak-anak mereka pun demikian. Sedangkan di Indonesia masih bisa kita hitung para penghafal Al-qur’annya, padahal kalau menurut saudara-saudara kita di luar Indonesia, Indonesia itu ibarat “Syurga Dakwah”, sebuah negara mayoritas muslim dan islam bertebaran di mana-mana, kita merdeka dalam melakukan ibadah, fasilitas lengkap, dan kondisi sangat mendukung untuk menjadi para penghafal, tetapi kenyataannya sangat jauh dari yang diharapkan.</span><span style="color:#336666;font-family:verdana;">Baru-baru ini Ustadzah memberikan ceramahnya dengan lebih spesifik, bagaimana sebuah keluarga aktivis dakwah mampu memelihara hafalan Al-qur’an baik antara suami, istri, dan anak-anaknya. Point penting dari ceramah ustadzah adalah sebagai berikut :<span id="more-64"></span></p>
<p>1. Al-qur’an tidak akan mendekat pada orang yang menganggapnya sulit, so hendaknya kita </span><span style="color:#336666;font-family:verdana;">mempunyai perspektif bahwa menghafal Al-qur’an itu tidak sulit<br />
2. Suami bertanggungjawab untuk meningkatkan bacaan dan hafalan al-qur’an sang istri<br />
3. Para istri harus rajin setor hafalan pada suami baik dalam keadaan susah maupun senang<br />
4. Kewajiban pada Allah konsisten dilaksanakan, maka Allah pasti memberi kemudahan </span><span style="color:#336666;font-family:verdana;">karena sayang Allah pada seorang hamba lebih sayang daripada seorang ibu pada anaknya<br />
5. Tidak ada halangan bagi mereka yang tinggal di negara yang mayoritas nonmuslim untuk </span><span style="color:#336666;font-family:verdana;">hafal Al-qur’an<br />
6. Para suami juga harus menjaga hafalannya<br />
7. Allah Maha Tahu tentang keinginan-keinginan kita, maka kalau kita ingin kita dan anak </span><span style="color:#336666;font-family:verdana;">kita hafal alquran, insyaAllah Allah akan mengabulkan do’a-do’a kita<br />
8. Melatih anak-anak untuk menghafal Al-qur’an sejak masih kecil, dimulai dengan surat-</span> <span style="color:#336666;font-family:verdana;">surat pendek terlebih dahulu, cara menghafal dapat disesuaikan dengan kondisi anak, bisa</span> <span style="color:#336666;font-family:verdana;">sambil mendengar vcd Al-qur’an atau dengan cara permainan, semua tergantung sang Ibu</span> <span style="color:#336666;font-family:verdana;">yang mendidiknya<br />
9. Shalat tepat waktu karena waktu kita akan menjadi berkah<br />
10. Bangun malam untuk melakukan shalat qiyamul lail<br />
11. Shalat subuh dan ashar tepat waktu, karena pada waktu-waktu tersebut malaikat </span><span style="color:#336666;font-family:verdana;">mendoakan kita<br />
12. Apa yang bisa kita berikan untuk dakwah ini, maka Allah akan memberi keberkahan</span><span style="color:#336666;font-family:verdana;">Demikianlan point penting dari ceramah beliau. Sungguh, sebuah tulisan tak akan ada manfaatnya jika hanya sekedar ditulis dan dibaca melainkan diaplikasikan dalam kehidupan kita. InsyaAllah.</p>
<p></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyauqy.wordpress.com/64/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyauqy.wordpress.com/64/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyauqy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyauqy.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyauqy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyauqy.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyauqy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyauqy.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyauqy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyauqy.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyauqy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyauqy.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=64&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/hafalan-al-quran-dalam-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4d43048926565e594ba7edbab1d43d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyauqy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Menghafal Al Quran</title>
		<link>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/tips-menghafal-al-quran/</link>
		<comments>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/tips-menghafal-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 02:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/tips-menghafal-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk membantu agar bisa menghafal Al-Quran dengan baik, ada banyak teknik yang perlu diperhatikan. Antara lain :

Pahami makna dan tafsir ayat yang akan dihafal dengan baik dan merujuk kepada kitab-kitab tafsir yang benar. Sebab memang demikianlah dahulu para shahabat menghafal Al-Quran, yaitu dengan memahami makna dan pengertiannya. Jangan lupa juga untuk membaca asbabun nuzulnya, agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=63&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Untuk membantu agar bisa menghafal Al-Quran dengan baik, ada banyak teknik yang perlu diperhatikan. Antara lain :</p>
<ol>
<li>Pahami makna dan tafsir ayat yang akan dihafal dengan baik dan merujuk kepada kitab-kitab tafsir yang benar. Sebab memang demikianlah dahulu para shahabat menghafal Al-Quran, yaitu dengan memahami makna dan pengertiannya. Jangan lupa juga untuk membaca asbabun nuzulnya, agar kita punya informasi jelas tentang sebab-sebab turunnya ayat tersebut. Dan tentunya akan memberikan makna tersendiri ketika kita menghafalkannya.</li>
<p><span id="more-63"></span></p>
<li>Dengarkan lafaz-lafaz ayat itu dengan baik dan berulang-ulang. Sehingga memori ingatan kita dipenuhi dengan alunan bunyi lafaz ayat Al-Quran yang akan kita hafal. Bukankah anak kecil dengan mudah menghafal jingle iklan di televisi, padahal mereka tidak punya waktu khusus untuk menghafalkannya, bukan?</li>
<li>Sering-seringlah melafazhkan ayat-ayat yang ingin dihafal itu dalam setiap kesempatan, jangan hanya bergantung pada saat murajaah (eveluasi) saja. Misalnya, ketika di dalam perjalanan, saat bekerja atau saat lainnya yang layak untuk melafazkankan ayat Al-Quran.</li>
<li>Manfaatkan shalat-shalat sendirian seperti shalat sunnah untuk melakukan murajaah hafalan. Misalnya pada 10 rakaat shalat rawatib qabliyah dan ba&#8217;diyah, shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, qiyamullaih dan witir.</li>
<li>Kurangi atau hilangkan secara total maksiat dan larangan-larangan Allah SWT, baik yang dilakukan oleh telinga, mata, lisan, tangan dan hati. Sebab maksiat itu bisa membuat hati menjadi lupa dan terlena. Itulah yang dahulu dirasakan oleh Al-Imam Asy-Syafi&#8217;i rahimahullah. Kala itu oleh Waqi&#8217;, gurunya, beliau dinasehti untuk meninggalkan maksiat. Peristiwa itu tercermin dalam syiir beliau yang amat terkenal &#8220;Syakautu liwaqi&#8217;in suu&#8217;a hifdzi, fa arsyadani ditarkil ma&#8217;ashi&#8221;. Aku mengadu kepada Waqi&#8217; tentang buruknya hafalanku, maka beliau menasehatiku untuk meninggalkan maksiat.</li>
<li>Buka rahasia keindahan bahasa Arab pada lafaz Al-Quran itu, sebab dengan terbukanya rahasia keindahan bahasa, kita akan punya kesan yang mendalam pada lafaz yang kita baca. Dan biasanya, kesan yang mendalam itu akan sangat menguatkan memori hafalan.</li>
<li>Jangan terlalu memasang target jumlah ayat yang terlalu sulit untuk dikejar. Biarkanlah anda sedikit bersabar dengan progres hafalan. Sebab yang penting bukan berapa banyak yang bisa dihafal dalam waktu tertentu, melainkan seberapa tajam ingat kita terhadap ayat yang kita hafal tersebut. Dan seberapa sering kita selalu melafazkannya dalam tiap detik kehidupan kita sehari-hari.</li>
<li>Tidak ada salahnya untuk bisa ingat terus anda mempunyai &#8216;contekan&#8217; kecil yang anda bawa kemana-mana. Tapi harus dijaga dengan baik agar tidak menghilangkan kehormatan kita kepada tulisan ayat Al-Quran.</li>
</ol>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyauqy.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyauqy.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyauqy.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyauqy.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyauqy.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyauqy.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyauqy.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyauqy.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyauqy.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyauqy.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyauqy.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyauqy.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=63&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/tips-menghafal-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4d43048926565e594ba7edbab1d43d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyauqy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata hikmat Keindahan</title>
		<link>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/kata-hikmat-keindahan/</link>
		<comments>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/kata-hikmat-keindahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 01:57:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyauqy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata Hikmat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/kata-hikmat-keindahan/</guid>
		<description><![CDATA[
Untuk merasakan keindahan,bacalah susunan syair yang indah-indah,buku-buku yang berfaedah,tentu timbul kerinduan untuk berkenalan dengan pengarangnya.
Memerhatikan keindahan alam itu menambah harga diri.
Hasad dengki menghilangkan keindahan,baik keindahan badan,keindahan jiwa ataupun keindahan akal.Bahkan keindahan wajah pun mampu dihilangkannya.
Alangkah indahnya jika dunia dan agama berkumpul menjadi satu dan alangkah buruknya jika kafir dan derhaka bergabung dalam diri seseorang.
Letak keindahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=62&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="post-body">
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:times new roman;"><em>Untuk merasakan keindahan,bacalah susunan syair yang indah-indah,buku-buku yang berfaedah,tentu timbul kerinduan untuk berkenalan dengan pengarangnya.</p>
<p>Memerhatikan keindahan alam itu menambah harga diri.</p>
<p>Hasad dengki menghilangkan keindahan,baik keindahan badan,keindahan jiwa ataupun keindahan akal.Bahkan keindahan wajah pun mampu dihilangkannya.<span id="more-62"></span></p>
<p>Alangkah indahnya jika dunia dan agama berkumpul menjadi satu dan alangkah buruknya jika kafir dan derhaka bergabung dalam diri seseorang.</p>
<p>Letak keindahan bukan pada ejekannya,tetapi pada cara dia mengejek.</p>
<p>Bacaan Al-Quran dengan lagu yang indah,suara yang merdu ,menunjukkan dalam agama pun ada seni suara.</p>
<p>Allah amat ingin agar hambanya memperlihatkan bekas nikmatnya atas dirinya.</p>
<p>Perhiasan timbul dariapda kerinduan terhadap yang indah.Bunga yang mekar di atas meja,kerusi yang bagus,semuanya seiring dengan kemajuan otak dan jiwa.</p>
<p>Berhiaslah ketika ke masjid.Tandanya berhias itu dilarang bahkan dianjurkan.Tetapi jangan berlebih-lebihan.</p>
<p>Seni adalah tiruan daripada keindahan dan sumber keindahan ialah Allah yang dapat disaksikan bekasnya di dalam alam ini,dipandang dan direnung oleh hati sanubari yang fana di dalam cinta dan baqa lantaran makrifat.</p>
<p>Sesungguhnya Allah itu indah,suka akan keindahan.</p>
<p>Perhiasan adalah barang indah.Orang tidak boleh berhias dengan barang yang buruk.</p>
<p>Sikap yang kasar adalah lantaran jiwa yang ksar,jiwa yang tidak mengenal keindahan.</p>
<p>Jika seseorang tidak dikuasai oleh perasaan benci,setiap pakaian yang dipakainya kelihatan indah.<br />
 </em></span></span></p>
<p align="right"><span style="color:#33ff33;"><span style="font-family:times new roman;"><strong>kata hikmat Islam.<br />
Maksud Islam ialah memperbaiki manusia,supaya baik hubungannya dengan Allah dan baik pula hubungannya dengan manusia.</p>
<p>Dakwah Islam itu sukar untuk memisahkan di antara agama dan masyarakat atau negara.dakwah Isalam mencakupi kedua-duanya sekali.</p>
<p>Iman adalah akidah atau pokok pegangan hidup atau kepercayaan.Iman mesti diikuti dengan amal.Amal adalah buah daripada iman.</p>
<p>Perbezaan kepercayaan antara orang Islam dengan orang Kristian kepada nabi Isa adalah tentang’Filsafat Ketuhananya dan tentang matinya kerana disalib.</p>
<p>Agama Islam amat membenci orang-orang yang berambut kusut masai,tidak licin bersisir,berjanggut kusut masai dan sebagainya.<br />
Kata hikmat kejahatan.<br />
Tiada satu kejahatan pun yang dapat dinilai sebagai baik,meskipun melakukan kejahatan itu dikatakan bertujuan baik.</p>
<p>Orang yang membenarkan kejahatan,beerti sudah berbuat jahat.</p>
<p>Hendaklah kamu hentikan kejahatan yang kamu lakukan ke atas orang lain dan hendaklah kamu memaaf dan melupakan kejahatan orang lain terhadap dirimu.</p>
<p>Melakukan kejahatan kepada orang lain bukan sahaja merosak dan menganiayai mereka bahkan turut merosakkan diri sendiri.</p>
<p>Sejahat-jahat manusia ialah mereka yang suka mencari kesalahan dan kecelaan orang sebagaimana lalat mencari bangkai dari tempat-tempat yang busuk.</p>
<p>Menolong orang melakukan kejahatan sama seperti kata peribahasa ‘melepaskan anjing yang tersepit.’</p>
<p>Sesiapa yang berjalan di tempat kejahatan pasti ditohmah atau difitnah.</p>
<p>Manusia yang hanya besar perut,banyak tidur,pemalas dan kurang keyakinan diri juga merupakan manusia yang bersifat jahat.</p>
<p>Orang yang membinasakan orang lain untuk kepentingan dan faedah diri sendiri telah melakukan kejahatan yang amat keji.</p>
<p>Iman yang teguh menghalang manusia melakukan kejahatan.</p>
<p></strong></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyauqy.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyauqy.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyauqy.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyauqy.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyauqy.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyauqy.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyauqy.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyauqy.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyauqy.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyauqy.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyauqy.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyauqy.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyauqy.wordpress.com&blog=1408567&post=62&subd=ummusyauqy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyauqy.wordpress.com/2007/11/17/kata-hikmat-keindahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4d43048926565e594ba7edbab1d43d5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyauqy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>